Sekdes WayHuwi Akui Ada Kerjasama Limbah Sampah RS Airan dengan Bumdes

BANDARLAMPUNG-Sukdes Desa WayHuwi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Provinsi Lampung, Cecep, membenarkan jika pihaknya ada kerjasama dengan pihak rumah sakit Airan Raya untuk pembuangan sampah limbah rumah sakit.

“Ya kami memang ada kerjasama dengan beberapa klinik dan rumah sakit, tapi kalau ada limbah medisnya kami kurang paham, karena pengelolaan sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) WayHuwi, banyak yang jadi mitra kami, termasuk bengkel, sampah tukang burung, termasuk RS Airan Raya,” ujar Cecep, di kantornya, Jum’at (19/06/2020).

Menurutnya, pihanya memang sebekumnya ada kerjasama untuk pembuangan sampah di TPA di Desa Sabar Menanti, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lamsel. Namun, belakangan tidak lagi di buang di lokasi tersebut. “Tapi kami sekarang tidak buang di lokasi itu lagi, TPA sudah pindah di daerah Natar, karena ada protes dari warga sekitar, pembuagan sampah di lokasi Margo Mulyo sudah dihentikan sejak 4 bulan terakhir,” ungkapnya.

Baca juga:  Lakukan Sidak Komisi IV Temukan Fasilitas Tak Memadai Di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo

Disinggung, apakah pihak Desa WayHuwi mengetahui jika ada limbah medis yang dihasilkan sampah tersebut?

“Kalau dari mana limbah medis seperti bekas jarum suntik dan bekas botol obat seperti di foto-foto itu saya kurang jelas asalnya, kita juga tidak bisa langsung menuduh bahwa asalnya dari RS Airan Raya, karena mitra kami juga ada banyak bidan-bidan desa dan klinik-klinik,” kata dia berdalih.

Sebelumnya, menurut Katno, warga Desa Sabar Menanti, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, akibat limbah medis tersebut sangat berbahaya bagi manusia dan juga mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga tanam warga disekitar limbah TPA mati.

“Sampah dari WayHuwi dibuang kesini, bukan hanya sampah rumahtangga, namun juga sampah dari limbah medis yang diduga dari RS Airan Raya. Kalau menurut warga yang sering mulung, ada dugaan sampah limbah medis, karena banyak bekas bungkus obat, jarum suntik, botol-botol bekas obat-obatan dan juga bekas impus yang di buang sembarangan,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/6/2020) lalu.

Baca juga:  DPRD: Dishub Wajib Tindak Truk Parkir Di Jalan Yos Sudarso

Bahkan, kata dia, pembuangan limbah tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Hal ini pun jelas tidak diperbolehkan, jika limbah B3 medis yang merupakan limbah berbahaya, maka bisa terkena pidana sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dari penelusuran insvestigasi, Desa Sabar Menanti memang jaraknya cukup jauh dari Jati Agung, sehingga kemungkinan pihak RS bisa leluasa untuk membuang sampah di area tersebut. “Sudah tiga tahun sampah dari WayHuwi dibuangnya disini, namun sudah tiga bulan ini kami minta berhenti pembuangan sampah itu. Kami lawan mereka,”tegasnya

Ia mengatakan, semenjak limbah medis dibuang di tempat tersebut, warga sangat dirugikan baik kesehatan maupun kerugian akibat lahan yang rusak.

Baca juga:  Pandemi Civid-19 KPU Bandarlampung Usul Tambah Anggaran

Katno menjelaskan, jika musim hujan, maka limbah dari sampah tersebut mengalir di perkebunan dan sawah warga. Sehingga membuat tanaman yang siap panen menjadi rusak dan mati. “Air limbahnya mengalir sampai ke perkebunan Jati dan sawah warga, sehingga membuat tanaman menjadi mati, karena dialiri limbah tersebut,” tandasnya.

Namun sayang, dikonfirmasi Direktur RS Airan Raya, baik Dr. Zuradi dan Dr. Simon tidak menjawab telpon selulernya. Ketika dikirim pesan lewat pesan smart phone tidak dijawab. “Assalamualaikum, Pak dr. Zuradi, izin mau konfirmasi pak, terkait keluhan warga di Desa Sabar Menanti/Margo Mulyo, atas keluhan sampah/ limbah yang diduga dari RS Airan, akibatnya tanam tumbuh warga pada mati, bagaimana tanggungjawabnya dari rumah sakit,” demikian pesan yang dikirim dan ini pun tidak ditanggapi. Dicoba mendatangi RS Airan Raya, namun pihak pegawai menyerahkan hal ini kepada Direktur RS Airan Raya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close