Bangunan Berdiri Megah, RS Airan Raya Diduga Terbelit Hutang

BANDARLAMPUNG-Konfederasi

DPD (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mempertanyaan tanggungjawab dugaan masalah tunggakan utang-piutang atas pembagunan Rumah Sakit Airan Raya, di Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Pasalnya, sudah tiga tahun sejak terselesaikannya pembangunan, sisa pembayaran belum terselesaikan oleh managemen RS Airan Raya. “Kami Konfederasi DPD SPSI Lamsel, yang dipercaya dan mendapatkan kuasa dari bapak Heru Lasmono dkk, dimana kliennya menderita kerugian karena sisa pembayaran pembangunan Rumah Sakit Airan Raya, sampai saat ini diduga belum diselesaikan oleh managemen, sehingga SPSI berhak mempertanyakannya,” ujar Izwari sekretaris DPD SPSI Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), saat menggelar konfrensi Pers di Emersia Hotel, Senin (10/08/2020).

Kepada wartawan Izwari menjelaskan, DPD SPSI Lamsel, bertindak dan atas nama Bapak Heru Lasmono dan kawan kawan (dkk), dimana kliennya sebagai pelaksana kerja pengadaan barang dan jasa. Akibat hal tersebut, para kliennya menderita kerugian Rp.3.146.504.900,- . “SPSI organisasi nasional yang bergerak untuk kepentingan dan Hak Pekerja, karyawan, buruh sesuai UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Baca juga:  Simak Bincang Hangat Siswa Taruna Nusantara Bersama Wagub Nunik

Dalam hal ini menyikapi persoalan anggota SPSI Heru Lasmono dkk sebagai Pekerja yang diminta oleh Direktur PT. Airan Raya Dr. Iqbal dan Daljono untuk terlibat secara Tenaga dan Permodalan dengan kesepakatan yang ada dalam melaksanakan Pembangunan RS Airan Raya, yang saat ini telah selesai dan beroperasi. “Di sampaikan Pekerjaan dan Pengadaan tersebut telah memenuhi Prosedur baik Pengawasan mutu barang, harga, volume, nota-nota dan surat jalan serta absensi, yang setiap minggunya dilakukan amprahan menyerahkan Progrest report yang diminta pihak manajemen PT. Airan Raya melalui staf laporan melalui Bapak Broto dan Bapak Suryanto. Semua prosedural telah terlaksana dengan baik,” paparnya.

Nah, pihaknya sebelumnya telah beritikad baik dengan melayangkan surat. Karena demi menjaga citra dan Paradigma RS Airan Raya dari Pandangan Publik. “Kami juga demi menjaga persahabatan, kami akan menyurati Kementrian dan Dinas terkait serta Gubernur, DPRD untuk memediasi hal tersebut jika masih ada jalan terbaik sebelum menempuh jalur Hukum. Ya kalau sampai tidak ada itikad baik, maka akan ditempuh jalur hukum, karena kliennya yang dirugikan. Pasti kami akan tempuh jalur Hukum menyerahkan ke pihak berwajib, kepolisian/Pengadilan Tinggi, atau jalan lainnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Pembangunan RSUD Tubaba Telan Dana Rp6,5 Miliar

Nah, selain Heru Lasmono, kata dia, ada juga beberapa rekanan yang ditunjuk secara lisan untuk membantu dengan sistem yang sama, karena mereka juga belum mendapatkan sisa pemayaran pembangunan. “Heru Lasmono juga pernah mengajak untuk menghitung ulang Volume yang dilakukan oleh Consultan independen namun tidak ada tanggapan dari pihak Airan Raya,” ucapnya.

Selain itu SPSI juga bakal menggelar aksi damai bersama perwakilan dari 2.705 anggota Konfederasi SPSI. “Somasi telah dua kali kami layangkan, untuk menyelesaikan persoalan sisa tagihan yang belum terbayar namun sampai dengan saat ini tidak juga ada tanggapan. Kami tetap berprasangka baik, mengajak/mengundang Komisaris/Pemilik/Pengelola RS. Airan Raya untuk duduk bersama,” tuturnya.

Baca juga:  Strategi PTPN VII Dalam Rangka Recovery

Bahwa apresiasi timbal balik dari kesepakatan kewajiban yang telah dilaksanakan tidak sesuai akan Hak yang diterima. “Sampai saat ini kliennya belum mendapatkan sisa pembayaran dari pihak RS. Airan Raya dan manajemen, saat ini sudah masuk tahun ke tiga,” tandasnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi, Direktur PT. Airan Raya Dr. Iqbal dan Daljono belum memberikan komentar, meski hand phone (HP) dalam keadaan aktif namun tidak dijawab. Pesan lewat WhatsApp (WA) untuk mengkonfirmasi persoalan sisa pembayaran pembangunan RS Airan Raya tidak juga dijawab. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close