Banyak Jendral TNI Hadiri Peresmian Ponpes Riyadhus Solihin

BANDARLAMPUNG-Resmi sudah gedung baru Asrama Putra Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Penghafal Alquran Riyadhus Solihin ditempati. Tidak tanggung-tanggung, jendral bintang tiga TNI yang menandatangani prasasti gerung, yakni Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos,

Selain itu, juga hadir Pangdam II/SWJ Mayjen TNI Irwan, SIP., M.Hum, Wadan Kodiklatad Mayjen TNI Eka Wiharsa, Kapolda Lampung Irjen Pol. Purwadi Arianto, Irkodiklatad Brigjen TNI Suharjono, SIP, MSi, Dirdik Kodiklatad Brigjen TNI Hilman Hadi, S.IP. Dirlat Kodiklatad Brigjen TNI Harianto, Dirjian Kodiklatad Brigjen TNI Wawan Rustandi. Dan juga terlihat Anggota DPR RI asal PDIP Drs. H. Mukhlis Basri, Walikota Bandarlampung Herman HN.

 

Mewakili Gubernur Lampung Asisten I Pemprov Lampung Irwan S Marpaun, Kabinda Lampung Brigjen TNI Drs. Wahyu Hadi Prasetyo, Dirum Kodiklatad Brigjen TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos. MM.Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Taufiq Hanafi. Danpuslatpur Kol Inf Anton Yuliantoro, S.IP, M.Tr ( Han ), Danlanal Lampung Letkol (Mar) Amrul Adriansyah, Danbrigrif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Nawawi, Walikota Bandarlampung Herman HN dan para perwira Korem 043/Gatam dan para Dandim.

Peresmian sangat meriah lantaran dihadiri para kiayi, alim ulama, banyak sekali jenderal TNI, acara dihadiri sekitar 500 orang itu bertempat di kompleks Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Solihin, di Komplek Villa Mas Jalan Dr Harun 2 Gg. Agus Salim 1, Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Jumat (13/3/2020).

Baca juga:  Curahkan Jiwa Raga Demi Para Yatim Piatu

Dankodiklatad Letnan Jendral TNI AM.Putranto,S.Sos mengapresiasi anak Yatim Ponpes Riyadhus Solihin memiliki berbagai prestasi.”Kita lihat prestasi yang telah ditampilkan oleh santriwan santriwati tadi, seperti pembacaan puisi, bahasa arab dan lainnya,” ujarnya.

Putranto berharap, Ponpes Riyadhus Solihin terus berdiri dan berkembang serta memberikan dampak positif. “Selalu bersyukur, sehingga Allah tetap menyayangi kita selalu. Teruslah berbuat kebaikan sampai keburukan itu lelah mendekati. Hanya Allah bisa membalas semua ini,”jelasnya

“Keberadaan pondok pesantren untuk membina, mendidik dan mengurus anak yatim piatu yang berakhlak, pintar, berprestasi dan punya harga diri dan berguna bagi nusa bangsa. Hal ini sangat baik untuk membantu pemerintah melalui pendidikan dengan basis agama yang kuat. Saya berharap semoga keberadaan pondok pesantren Riyadhus Sholihin semakin banyak membawa manfaat. Dari pondok ini saya berharap semakin banyak muncul generasi handal yang bisa menjadi kader pemimpin yang berkarekter dan berahlak mulia,” tegasnya.

Jenderal yang dikenal low profile ini kemudian menandatangani prasasti dan pemotongan pita tanda peresmian gedung asrama Ponpes Riyadhus Sholihin oleh Dankodiklatad Letjen TNI AM. Putranto, beserta Ibu Dankodiklatad Letjen TNI AM. Putranto disaksikan oleh para undangan yang hadir.

Sementara, Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain SH menjelaskan, gedung asrama Putra ini dibangun dengan total biaya sekitar Rp8 miliar. Lima lantai asrama ini pun dilengkapi berbagai fasilitas yang baik, seperti tempat tidur susun yang memiliki sekitar 170 buah springbad bermerek, kamar mandi yang bersih, bahkan ruang aula seperti kantor perusahaan berkelas.

Baca juga:  Biro Humas dan Protokol Lampung Jadi Barometer Kehumasan

“Ada juga Aula untuk anak-anak menggelar pertemuan, diskusi, dan lainnya. Ini supaya anak-anak yatim percaya diri. Mereka bisa kok mendapatkan fasilitas nomor satu seperti Hotel Bintang Lima,” kata abah Ismail-sapaan akrabnya-.

KH. Ismail Zulkarnain, SH, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada para alim ulama, Dankodiklat AD, Pangdam II/SWJ, Kapolda, Walikota, Forkopimda dan seluruh serta para tamu undangan yang hadir dalam acara peresmian asrama santri di Ponpes Riyadhus Sholihin.

“Yayasan Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin memiliki konsep yaitu mendidik anak–anak yatim yang punya harga diri dan kehormatan. Kegiatan di pondok tersebut setiap hari dilakukan santrinya dengan tadarus dan menghafal Alquran dan saat ini sudah terdapat lebih kurang 150 santri dan insya Allah besok akan masuk lagi 3 anak dari Kabupaten Tulangbawang. Kami juga mengajak para santri untuk jalan-jalan hiburan itu sebagai hadiah untuk santri khatam dan hafal Alquran. Selain itu, juga santrinya sudah 3 orang menjadi pengabdi negara (Marinir, TNI AD dan Polri) hal ini sebagai bukti bahwa kami juga cinta NKRI,” ungkap Abah.

Baca juga:  Selidiki Zat Formalin dan babi, Distan Sasar Warung Bakso

Sedikit berkisah, Abah mengatakan dulu Ponpes ini hanya berdiri dengan tiang dari pohon kelapa. “Alhamdulilah berkat kepercayaan para donatur kini kita bisa mendirikan bangunan lima lantai. Bentuk kegiatan musyawarah yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan maupun kegiatan dalam kerangka meningkatkan ukhuwah islamiah ukhuwah bashariah dan ukhuwah watoniah. Saya mengharapkan kepada lembaga-lembaga pendidikan agama Islam seperti Pondok Pesantren, perkumpulan pengajian terIebih terhadap lembaga pendidikan formal agama Islam untuk benar-benar mengarahkan dan membimbing umatnya, untuk menjadi insan yang akhlakul karimah dengan penuh rasa tanggung jawab lahir dan bathin,” paparnya.

Tak hanya itu saja, dalam membahagiakan anak yatim piatu, Abah Ismail juga mengasuhnya menjadi manusia yang kuat dan sukses. “Alhamdulillah, anak yatim kami juga ada yang bisa masuk Polisi dan TNI. Hal yang tak mungkin jika tidak ada campur tangan Allah SWT,” tuturnya.

Untuk Konsep pendidikannya, Abah Ismail dalam mendidik dan mengasuh anak yatim piatu, dengan fasilitas gratis. “Semuanya gratis. Makanan juga bergizi, mulai dari kecukupan gizi, protein nabati, hewani, empat sehat lima sempurna. Kami ajak mereka belanja ikan di Gudang Lelang, belanja daging dan memasaknya bersama. Juga berekreasi ke tempat-tempat wisata di Lampung dan luar Lampung dengan bus. Semua untuk yatimku Riyadhus Sholihin,” tandasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close