Cek Proyek Jalan Kubulangka-Banjarnegri, DPRD Gandeng Laboratorium

BANDAR LAMPUNG-Bak pepatah gayung-bersambut, setelah adanya pemeriksaan dari BPK-RI dan ada penolakan dari warga lantarab ketidakpuasan atas pembangunan jalan yang dinilai asal jadi, kini giliran Komisi C DPRD Tanggamus yang akan turun ke lapangan mengecek ke bobrokan pembangunan jalan di Jalan Kubulangka- Banjarnegri, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus.

Menurut Hilman, anggota Komisi C DPRD Tanggamus, jika pihaknya sudah mendengar keriuhan akan pembangunan proyek yang diduga asal jadi dan banyak kerusakan. “Ya nanti kita obrolin dengan kawan-kawan komisi dan pimpinan, setelah dapat jadwal nanti kita turun ke lapangan mengecek langsung, apakah benar yang diprotes warga tersebut,” ujar Hilman saat di hubungi, Rabu (11/11/2020).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, pihaknya juga nantinya akan memanggil rekanan dan akan meminta penjelasan mengenai pembangunan jalan tersebut. “Ya kita panggil, bersama degan stack holder lainnya termasuk Dinas PU dan lainnya,” ungkapnya.

Disinggung, apakah saat turun lapangan DPRD sendiri akan menggandeng tim ahli atau laboratorium untuk mengecek ketebalan atau pun kualitas jalan membentangi Jalan Kubulangka- Banjarnegri, Kecamatan Cukuh Balak tersebut. “Jika diperlukan bisa kita kerjasama, karena kami dewan juga punya hak mengecek karena ada fungsi cintrong disita, kalau pun ada kejanggalan dan itu proyek ada penyimpanan yang jelas dewan akan bertindak tegas sesuai aturan,” jelasnya.

Baca juga:  Mantan Kades Umbar Diduga Telan Dana Alat dan Pakaian Adat

Nah, setelah di dapat temuan-temuan atau pun hasil hering nantinya apakah Komisi C akan mengeluarkan rekomendasi untuk memblacklist pemborong yang nakal. “Ya kalau rekomendasi kami bisa dan emang ada wewenangnya, tapi nanti dinas terkait yang melaksanakannya, kami hanya rekom, kalau kerjanya nggak bener dan ada unsur kerugian negaranya jelas lah nanti kita rekomendasi dan mungkin kita teruskan ke pihak berwajib,” kata dia.

Sementara, Konsultan pengawas Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Kabupaten Tanggamus, Tulus menjelaskan, pihaknya dalam pengawasan sudah sesuai dan susah banyak melakukan teguran langsung kepada rekanan.
“Ya sudah sesuai mas, kami sudah berikan masukan, tapi masih ada kekurangan ya itu manusiawi lah, yang jelas kami sudah banyak melakukan teguran,” ujarnya.

Dan saat ini, terus dia proyek tersebut juga masih dalam pemeriksaan BPK-RI. “Kan pas kebetulan saat BPK-RI itu cek lokasi demo warga itu, kalau pun ada kekurangan kan masih tahap pemeliharaan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Pertiwi tepatnya yang membentangi Jalan Kubulangka- Banjarnegri, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus, dengan beraninya membentangkan karton yang berisikan tulisan penolakan jalan tersebut. Pasalnya, warga setempat tidak terima atas peningkatan jalan yang dinilai asal jadi dan terkesan pekerjaan sangat bobrok.

Baca juga:  Sekdaprov Lantik Kadis Bina Marga dan Kadis Perkebunan

Nah, peristiwa penolakan warga dengan membentangkan karton tersebut disaat bersamaan dengan pemeriksaan dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Kabupaten Tanggamus bersumber dari DAK APBN Tahun 2020 dengan nilai Rp 8 M lebih.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang warga Pertiwi di lokasi mengatakan jika pihaknya tidak terima dan jelas menolak pekerjaan proyek tersebut. Selain asal-asalan sehingga kualitas sangat buruk da sudah terjadi kerusakan jalan. “Kami warga Pertiwi bukannya tidak senang dengan adanya pembangunan. Namun, ya kalau kerja seperti ini kami yang rugi nantinya, jalan kami cepat rusak, lihat saja sendiri kondisi setruktur jalan yang membentang dari Kubulangka-Banjarnegri, bagus tidak pekerjaan ini, makanya kami warga bertindak seperti ini, ” kata Joni, salah seorang warga di lokasi, Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus, Sabtu (07/11/2020).

Dan para warga pun menduga, akibat pengunaan matrial seperti batu split yang di lakukan oleh kontraktor tidak sesuai spesifikasi RAB sehingga hasilnya sangat buruk. “Nilainya kami lihat sangat besar, Rp 8 miliar lebih, harapan warga jalan bisa bagus, namun dengan nilai tersebut realisasi yang di lakuakan kontraktor tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Warga Tuba Udik Jangan Sampai Terprovokasi

Senada juga dikatakan Karim, warga setempat, ia mengaku bahwa kondisi pekerjaan ini terkesan asal jadi, sehingga baru seselesai di bangun jalan sudah mulai rusak. “Kalau baru selesai sudah rusak artinya apa, asal-asal kan, mungkin mereka tidak pakai baru yang sesuai, atau asalnya hanya main siram sedikit makanya cepat rusak, memang betul baru-baru ini sudah dilakukan perbaikan tapi tidak maksimal, lihat saja sendiri hasilnya, ”ucapnya.

“Yang jelas kalau mau di rincikan permasalah yang ada tentunya banyak masalah yang terjadi dalam pelaksanan kegiatan ini seperti pemadatan, apakah sesuai memadati jalan nasional hanya dengan beban gak sampai 8 ton,”tambahnya.

Oleh karena itu, warga Kubulangka, Pertiwi meminta kepada pihak aparat terkait dapat memeriksa kejanggalan pembangunan proyek jalan tersebut. “Ya kepada Dinas juga jangan asal FHO, kalau nggak sesuai ya jangan Terima-terima saja, kami warga nanti tidak tinggal diam, bila perlu nanti kami laporkan ke Kejati dan Polda Lampung, kalau tidak ada tindakan,” tandasnya.

“Ya, kami tahu kontraktor yang mengerjakan proyek ini adalah PT Cempaka Mas Sejati, pekerjaan sudah fhinising tinggal menunggu PHO dari Dinas PU Perkim, tapi kami masyarkat Kubulangka meminta kepada pihak Dinas agar jangan dulu di lakukan FHO ,”tegasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close