Nilai Rp 8 M Lebih, Wartawan Dilarang Foto, Ada Apa Dengan Rehab Gedung Mahan Agung

BANDARLAMPUNG-Dengan nilai yang cukup pantastis, proyek pembangunan rehabilitasi gedung Mahan Agung senilai Rp8,6 Miliar di harapkan kadi hasil yang maksimal.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, pembangunan rehab gedung pertemuan Makan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung tersebut, hanya rehab ringan, bahkan hal ini dibenarkan oleh pengawas lapangan. “Ya saya hanya pekerja mas, ngawasin kawan-kaaan ini, kalau mau data-data ya ke Dinas saja, kami hanya rehab atas lalu ada tambahan di dinding itu dan ada kolam di depan, sepanjang kira-kira 50 am meter lah, sama rehab gedung sebelah itu, gedung darma wanita itu, kalau mau tanya-tanya ke Dinas saja, saya kurang memahami,” ujar pengawas lapangan yang enggan ditulis namanya, saat dijumpai di lokasi rehab gedung Makan Agung, Kamis (24/09/2020).

Di lokasi pembangunan gedung Makan Agung, saat meminta izin pengambilan gambar, untuk dokumentasi adanya pekerjaan tersebut, sangat di sayangkan karena tidak diperbolehkan dan dihalangi-halangi oleh Sat Pol PP yang berjaga di Pos Mahal Agung tersebut, dengan berdalih harus ada izin terlebih dahulu dari orang “Dalam” dan tidak boleh masuk serta tidak di perbolehkan wartawan mengambil gambar.

Baca juga:  Reaksi Keras NasDem soal Kondom Bergambar Jokowi - Ma'ruf

“Maap mas ada pesan dari orang “Dalam” tidak boleh ngambil gambar, jadi mohon maaf kami hanya menjalankan perintah,” ujar petugas Pol PP yang jaga di Pos tersebut.

Data yang dihimpun, proyek rehab gedung pertemuan Makan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung tersebut, milik Dinas Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung  bersumber dari APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran (TA) 2020 Dengan Nilai Rp8,6 Miliar yang di  kerjakan oleh PT. Satria Karya Tinata.

Nah, proyek rehab tersebut selain dengan nilai yang sangat pantastis, juga sangat diduga syarat dengan tindakan beraroma Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurut sumber yang juga salah seorang pengusaha kontruksi di Kota Bandarlampung ini, bahwa paket-paket di Dinas Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung 99 persen sudah terkondisikan semua atau dengan kata lain sudah ada pemiliknya. “Ya, salah satunya keberadaan rehabilitasi gedung di Mahan Agung itu, yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Lampung TA 2020 yang di kerjalan oleh PT. Satria Karya Tinata,” kata sumber yang mewanti- wanti namanya tidak di tulis dalam berita, belum lama ini.

Baca juga:  Diduga Limbah Medis RS Airan Dibuang di Desa Margo Mulyo

Dijelaskan dia, sebelum dilakukan proses lelang di Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Lampung, paket-paket tersebut sudah di kondisikan dan telah di tentukan pemenanganya.

“Yang jelas orang-orang yang memenangi tender di Dinas itu orang  deket Gubernur semua kalau lelang melalui LPSE hanya formalitas saja itu mah kenapa saya tau karena saya ni kan termasuk pemborong juga,” ungkapnya.

“Yah itulah permain di Dinas Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung sebelum dilaksanakan lelang pengantinnya sudah ditentukan. Kan itu jelas sudah adanya pengkondisian semua,” ”tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemenang proyek Rehabilitasi Mahan Agung di kerjaka oleh orang dekat dengan Gubernur yakni berinisial AL, dan ALini merupakan seorang pengusaha  Cafe dan restoran yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Bandarlampung.

Baca juga:  Bejad..! Kakek di Lamtim Cabuli Bocah 4 Tahun

“Nah, AL ini salah satu orang dekat Gubernur dia ini banyak memenangkankan proyek-proyek dengan nilai fantastis di dinas – dinas Provinsi Lampung. Dinas Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung dan ada juga  Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi,”jelasanya.

Sementara, berdasarkan hasil pantauan di halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung, Proyek Rehabilatasi Mahan Agung senilai 8,6 Miliyar ini, diikuti oleh 25 Perusahaan. Tender tersebut dimenangkan oleh PT. Satria Karya Tinata dengan nilai penawaran Rp 8.225.163.230, 73.

Nah, ketika dihubungi untuk mempertanyakan keberadaan dan dugaan KKN proyek rehab gedung pertemuan Makan Agung, pengusaha berinisial AL berdalih jika ada perlu dan wawancara silakan hubungi Satria. “Saya nggak tau, kalau mau tanya-tanya silakan ke Satria, saya nggak tau soal proyek,” kata AL singkat. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close