Dituduh Gelembungkan Suara, Panitia Pilkades ‘Bakal’ Lapor Balik ke Polisi

BANDARLAMPUNG-Panitia penyelenggara pemilihan kepala desa (Pilkades) Tanjung Baru, Merbau Mataram, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku kesal, geram dan tidak terima atas tuduhan penggelembungan suara sebanyak 1300 suara. Pasalnya, tudingan yang dinyatakan tim sukses salah satu calon Siti Aisyah merupakan fitnah yang tidak ada dasar dan faktanya.

Bahkan, panitia telah dilaporkan ke pihak berwajib oleh tim Siti Aisyah dengan tuduhan penggelembungan suara, karena itu panitia tidak terima atas  penyebaran berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami panitia tidak terima tuduhan itu, fitnah namanya, bahkan kami pernah diberitakan di salah satu media Online dituding menggelembungkan data suara pemilih, kami di laporkan ke polisi oleh Somad dan Nero tim Siti Aisyah. Namun tidak diterima oleh pihak berwajib. Mana buktinya, banyak lagi ada 1.300 suara. Semua aparatur desa, pamong, kepala dusun kita kumpulkan untuk mensingkronkan data pemilih, jika sebelumnya 5.678 suara setelah di coklit akhirnya DPT Desa Tanjung Baru sebanyak 5.520 suara, ” ujar anggota panitia pilkades Tanjung Baru, Suharja, saat jumpa pers di RM Begadang Resto, Senin (20/09/2021).

Dijelaskan dia, Data Pemilih Tetap (DPT) Desa Tanjung Baru, data saat pilkada 2020 sebanyak 5.196 pemilih, wajar jika pada 2021 ini ada kenaikan pemilih karena ada pemilih pemula dan juga migrasi penduduk. Data awal pemilih sebelum ditatapkan DPT sebanyak 5.678 suara setelah di coklit akhirnya DPT Desa Tanjung Baru ditetapkan sebanyak 5.520 suara. “Jadi tuduhan penggelembungan 1.300 itu fitnah, kami akan pelajari mendalam apakah akan kami akan lapor balik. Nanum kalau mereka masih saja ganggu kinerja panitia, kita akan lapor balik, jelas pidana ini, karena tuduhan yang tidak mendasar, tidak ada data dan fakta-faktanya,” ungkapnya.

Baca juga:  DPD PAN Minta Semua Caleg Tunggu Hasil Pleno KPU

Sebetulnya, imbuh dia, setelah dilakukan pengecekan oleh aparat desa bersama kepala dusun, ketua RT dan ini bukan penggelembungan, namun ada data pemilih ganda, meninggal dunia dan pindahan. Ganda karena masih ikut KK orang tua dan dia tinggal di dusun lain.

“Kami panitia selama ini sudah bekerja semaksimal mungkin, namun masih saja banyak fitnah dari calon kades. Rapat penetapan DPT ini berdasarkan rapat yang juga dihadiri oleh 12 perwakilan kepala dusun Desa Tanjung Baru, Ketua-Ketua RT dan pamong desa lainnya, pada Sabtu (11/09/2021). Lalu, pada Kamis kemarin diserahkan ke Kecamatan Merbau Mataram, 5.520 DPT,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap kepada para calon jangan selalu memperkeruh suasana, biarlah panitia bekerja sesuai aturan dalam rangka mensukeskan pilkades Tanjung Baru. “Para calon jangan terlalu banyak protes percayakan hajat ini ke panitia supaya pilkades berjalan aman dan lancar,” imbuhnya.

Baca juga:  Setelah PNS, Kini Giliran Polisi Naik Gaji

Ditambahkan sekretaris panitia pilkades Tanjung Baru Sony Fauzi, pilkades di desanya ada 5 calon diantaranya, (1) Helmi (2) Warsidi (3) Rudi Sunaeni (4) Syaepudin dan (5) Siti Aisyah. Para calon semestinya jangan menuntut hak dulu, akan tetapi penuhi kewajiban sesuai dengan kesepakatan yang diteken diatas materai.

“Jadi para calon ini mereka sepakat memberikan hibah/ bantuan dana Rp 25 juta untuk 3 calon dan 2 calon Rp 22 juta. Mereka sudah sepakat untuk membantu ada surat pernyataannya mereka, dana ini untuk kepentingan pilkades dengan sebaran 12 TPS. Ini saja sudah disubsidi dengan dana APBDes Rp 22,5 juta dan APBDes prokes covid, Rp51,8 juta. Sesuai janji saja jangan protes melulu tapi sampai sekarang belum lunas,” paparnya.

Nah, perjanjian dana hibah calon tersebut, sambung dia, penandatanganan komitmen 5 calon, pada 10 Juli 2021 sudah harus lunas semua. Namun baru calon nomor urut (1) Helmi yang lunas dan (3) Rudi Sunaeni Rp 7 juta (4) Syaepudin Rp10 juta. “Kalau kepastian pilkdes serentak belum ada ketentuan dari Pemda Lamsel nya, mungkin Oktober nanti. Sejak di lantik April lalu, kami panitia 20 orang bekerja siang-malam demi suksesnya pilkades Tanjung Baru, kami harap para calon komitmen dengan kesepakatan mereka berikan dana hibah itu segera, jangan protes melulu, tapi kewajibannya diabaikan,” kata dia.

Baca juga:  Maju Pilwakot, Dang Ike Bilang Harus Menang

“Bagaimana mau jadi pemimpin kalau nggak komitmen dengan ucapan. Itu sudah dibantu dengan dana covid, coba tanya dengan warga, pasti mereka menjerit, karena dulu ada bantuan dana covid sekarang tidak ada, biasanya mereka ada bantuan sembako ini tidak ada lagi, karena dana covid tersedot untuk pilkades. Di desa lain hibah dana Rp 30 juta per calon lunas semua, di sini boro-boro mau lunas, malah banyak protes ke panitia, jangan maju jadi calon lah kalau mau ngerecokin aja,” keluhnya, seraya menyampaikan Warsidi (2) dan Siti Aisyah (5) yang belum bayar sama sekali. Alasan bank nya bermasalah.

Terpisah, Siti Aisyah sebagai calon yang terancam dilaporkan balik mengaku mempersilahkan hal tersebut. Ia beranggapan, apa yang selama ini ia permasalahkan berdasarkan kajian yang mereka lakukan.

“Saya hanya berharap adanya keterbukaan. Lalu panitia kami harap bisa berdiskusi bersama kadus-kadus dengan data yang real. Kalau panitia mau melapor ke kepolisian silahkan saja. Yang pasti kami pun berbicara berdasarkan data-data,” kata dia, dikonfirmasi via telepon selulernya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close