DLH Bentuk Tim Investigasi Cek Dugaan Limbah Medis RS Airan Raya

BANDARLAMPUNG–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akan melakukan investigasi mengecek terkait dugaan pembuangan limbah medis RS Airan Raya di pemukiman warga. Bahkan pihak DLH tidak segan-segan menindak tegas pelaku usaha jika terbukti benar melakukan pencemaran lingkungan.

Demikian, diungkapkan Kepala DLH Lamsel, Feri Bastian, saat dihubungi melalui telepon, Jum’at (12/6/2020). “Terimakasih atas infonya, pekan depan saya akan turunkan tim, untuk investigasi, kalau benar, kita akan tindak tegas, jelas ada sanksinya bagi perusahaan,” ujar Kepala DLH Lamsel, Feri Bastian.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, apakah benar RS tersebut membuang limbah medis di TPA di Desa Sabar Menanti, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lamsel. “Kami akan melakukan pengecekan dulu, kami juga baru tau informasi seperti ini, yang jelas walau berpindah-pindah, tim kita akan cari tahu,” kata Feri.

Dengan begitu, imbih dia, DLH akan membentuk tim terlebih dahulu, untuk mendalami informasi ini, seperti melihat lokasi pembuangan sampah, sampai mendatangi RS Airan Raya. “Kami akan bentuk tim dulu, baru akan melakukan pengecekan,” jelasnya.

Baca juga:  Dinas PU Rehab Drainase Titik Rawan Banjir

Feri melanjutkan, DLH belum bisa memberikan sanksi terlebih dahulu, jika memang belum ada bukti adanya pembuangan limbah itu. “Ya kalau sanksi itu nanti. Kami belum bicara sanksi dulu, kami lihat dulu ke lapangan,”tandasnya.

Diketaui, RS Airan Raya yang berada di Kelurahan Wayhuwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan diduga membuang limbah medis sembarangan. Bahkan pembuangan limbah tersebut sudah terjadi bertahun-tahun.
Rumah Sakit tersebut diduga telah membuang limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Sabar Menanti, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Hal ini pun jelas tidak diperbolehkan, jika limbah B3 medis yang merupakan limbah berbahaya, maka bisa terkena pidana sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dari penelusuran di Desa Sabar Menanti memang jaraknya cukup jauh dari Jati Agung, sehingga kemungkinan pihak RS bisa leluasa untuk membuang sampah di area tersebut.
Katno, warga sekitar mengaku sudah lebih tiga tahun sampah dari kecamatan Way Huwi dibuang ke TPA tersebut. Bahkan menurutnya, tak hanya sampah rumah tangga, namun juga sampah dari limbah medis yang diduga dari RS Airan.

Baca juga:  Gubernur Lampung Teken MoU Lanud Gatot Subroto Jadi Bandara Sipil

“Sudah tiga tahun sampah dari Way Huwi dibuangnya disini, namun sudah tiga bulan ini kami minta berhenti pembuangan sampah itu. Kami lawan mereka,”tegasnya saat ditemui dikediamannya beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, semenjak limbah medis dibuang di tempat tersebut, warga sangat dirugikan baik kesehatan maupun kerugian akibat lahan yang rusak.

Dugaan limbah RS Airan Raya juga pernah dipermasalahkan oleh LSM Gerakan Peduli Anggaran Negara (GPAN) Lampung.
Ketua GPAN, Edi Sitorus mengatakan pihaknya pernah memberikan surat somasi kepada RS Airan Raya pada tanggal 20 Februari 2020. Terkait dugaan pembuangan limbah yang tidak sesuai SOP.
“Kami menemukan fakta bahwa limbah RS tersebut dibuang di lokasi TPA, justru hal ini sangat berbahaya bagi lingkungan kampung setempat. seharusnya pembuangan limbah medis ada tempat pembuangan khusus,”ungkapnya.

Baca juga:  Bandarlampung Zona Merah, DPRD Minta Pemkot Tegas Tutup Akses dan Bubarkan Keramaian

Edi pun meminta agar dinas terkait harus memberikan sanksi tegas kepada RS Airan Raya, kalau perlu dicabut Izin Operasinya RS tersebut. “Beri sanksi tegas kepada pihak RS, kalau bisa izin pencabutan operasional,” ucapnya.

Terpisah, mencoba mengkonfirmasi Direktur RS Airan Raya, baik Dr. Zuradi dan Dr. Simon tidak menjawab telpon selulernya. Ketika dikirim pesan lewat pesan smart phone tidak dijawab. “Assalamualaikum, Pak dr. Zuradi, izin mau konfirmasi pak, terkait keluhan warga di Desa Sabar Menanti/Margo Mulyo, atas keluhan sampah/ limbah yang diduga dari RS Airan, akibatnya tanam tumbuh warga pada mati, bagaimana tanggungjawabnya dari rumah sakit,” demikian pesan yang dikirim dan ini pun tidak ditanggapi. Dicoba mendatangi RS Airan Raya, namun pihak pegawai menyerahkan hal ini kepada Direktur RS Airan Raya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close