DPRD Lamteng Minta Dinkes Harus Cepat Tanggap

DBD Mewabah

LAMPUNGTENGAH — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghantui warga Lampung Tengah di musim hujan. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 100 lebih warga Lampung Tengah yang mulai terjangkit DBD di rawat di Rumah Sakit (RS) yang ada di Lamteng.

Kondisi ini menjadi perhatian Komisi IV DPRD Lampung Tengah. Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tengah, M Hakki berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Tengah seharusnya sudah mengantisipasi bahaya DBD di masyarakat.

M Hakki mengatakan dirinya baru menerima informasi tentang adanya warga Lampung Tengah yang terserang penyakit DBD. Dirinya menyayangkan Dinkes Lampung Tengah kurang tanggap terkait DBD sejak dimulainya musim hujan.

“Kita harapkan Dinkes Lampung Tengah itu tanggap dengan adanya info seperti itu di masyarakat. Apalagi (penyakit) yang mewabah, seperti itu. Itu tidak bisa dan harus segera ditanggapi,” ujarnya kepada Rakyat Lampung, Jumat (22/2/2019).
Ia pun berharap Dinkes Lampung Tengah bisa proaktif turun ke masyarakat untuk mencegah DBD, termasuk dengan melakukan Fogging atau pengasapan. “Dinkes kan punya Puskesmas yang ada di setiap kecamatan. Harusnya mereka cepat tanggap. Fogging harus dilakukan, jangan menunggu anggaran baru dilakukan fogging,” tegasnya.

Baca juga:  DPRD Bandarlampung Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan 2019-2020

Selain itu, politisi PDIP Lampung Tengah ini mendorong agar Dinkes Lampung Tengah semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang antisipasi DBD dan penyakit lainnya. “Kan anggarannya sudah, Puskesmas yang ada harus turun. Jangan sudah terjadi, baru ditanggapi,”keluhnya.

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menelan korban sebanyak 113 kasus, salah satunya hingga meningal dunia. Dalam jumlah kasus DBD tersebut terbagi dalam 28 Kecamatan dan 39 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Lamteng.

Baca juga:  2 Perda Pringsewu Disahkan

Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid ) Pencegahan dan Pengendalian Peyakit Dinas Kesehatan Lamteng, Dr. Lidia Dewi mewakili Kepala Dinas dalam kunjungan kerja (kunker) di seputaran Wilayah Dusun Kampung Poncowati Kecamatan Terbanggi Besar baru-baru ini.

“Rata-rata korban berusia dibawah 10 tahun. Oleh karena itu kami dari Dinas Kesehatan akan selalu berkoordinasi dengan Puskesmas se-Lamteng, serta berupaya melakukan peyuluhan dan antisipasi serta pembinan terhadap masyarakat. Kami juga akan lakukan penyebaran Obat ABATE,“ ujar Dr. Lidia.

Baca juga:  Muli Mekhanai akan Jadi Duta Seni Budaya Pesawaran

Lidia mengatakan, ketersedian alat fogging yang digunakan untuk membunuh sebagian besar vector infeksi dengan cepat hanya berjumlah 10 unit, yang tersedia Dinas Kesehatan Lamteng untuk di operasionalkan.
“Obat serta alat sudah kami sediakan baik dari Dinas Kesehatan Provinsi ataupun Dinas Kesehatan Lamteng,” imbuhnya.

Saat ini Dinas Kesehatan sudah berupaya untuk melakukan fogging di sejumlah titik di kawasan yang di anggap rawan terkena DBD. adapun kendala dalam upaya fogging yaitu masalah teknis penggunaan, sehingga belum bisa maksimal hingga menjangkau di sejumlah titik rawan wabah DBD,” ungkapnya. (lipsus)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya

Close
error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close