DPRD Sentil Pemkot, Pembangunan Tak Merata Fokus Jalan Protokol

BANDARLAMPUNG- Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, mencibir kinerja Pemkot setempat, yang dinilai kurang merata dalam pembangunan.

Pasalnya, sejauh ini pembangunan terlihat tembak mata selalu dipusatkan di keramaian atau tengah kota, namun di pedalamam seperti di kampung Umbul Kunci, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Selatan, masih terbilang minim pembangunan.

Demikian, diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Yuhadi, Selasa (16/6/2020). “Saya lihat tinjau langsung, di kampung Umbul Kunci, Kelurahan Sukarame hingga saat ini belum adanya askes jembatan penghubung. Miris sekali saya melihat kondisi saat ini, warga disana belum menikmati pembangunan pemerintah kota Bandarlampung, kalau saja pak walikota kita membangun jembatan di areal kampung disana apa tidak besar sekali pahala yang diterima, masyakat menengah ke bawah dapat meraskan akses jalan yang baik sama halnya di daerah perkotaan,” paparnya.

Baca juga:  Kerajinan Lampung Maju Pesat, Ibu Yustin Ajak Gubernur Tinjau Galery Dekranasda

Apalagi, ditambah dalam masa pendemi Covid-19 ini, ketua komisi III DPRD Kota Bandarlampung menyayangkan hal tersebut bila keuangan pemerintah di keluarkan hanya untuk pembangunan Infrastruktur saja.
“Masa Covid-19 ini harusnya Pak wali melihat kondisi saat ini, kami berupaya terus membantu dalam melancarkan kegiatan pembangunan Pemerintah Kota, namun pemerintah juga harus melihat sekelilingnya,” jelasnya.

Nah, saat ini kata Politisi Partai Golkar ini, masa jabatan Walikota berada dipunghujung, adanya pembangun jembatan layang (Flyover) yang menghubungkan jalan Pagar Alam-Sultan Agung, yang baru saja dimulai memiliki dampak yang baik, namun hal tersebut apakah akan selesai dia akhir masa jabatan Walikota Herman HN. Jelas, hal tersebut jadi pertanyaan besar bagi masyarakat. “Flyover yang menghubungkan jalan Pagar Alam-Sultan Agung, apa tidak memikirkannya kembali bila jabatannya berakhir jalan tesebut bakal selesai atau tidak?,” tanyanya.

Baca juga:  Ada WNI Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Bahkan, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung ini menerangkan, saat ini masih banyaknya akses jalan di kota tapis berseri yang belum layak, namun yang disorot pemerintah hanyalah jalan-jalan protokol yang dinikmati oleh kalangan kelas menengah keatas saja.
“Banyak sekali jalur-jalur di kapung-kampung terpencil di kota ini belum tersentuh pembangunan, hal ini miris saya lihatnya, memang tidak ada untungnya untuk saya apa tidaknya pembangunan namun kalau hanya jalan protokol yang terus-menerus di bangun sama saja memudahkan akses bagi orang kalangan menengah ke atas saja tanpa memikirkan masyarakat lainnya yang tak mampu memiliki akses ke sana,” ungkapnya.

Baca juga:  Gara-Gara Kasus Korupsi, BPJS Tak Keluarkan Klaim Santunan Kematian Buruh TKBM

Untuk itu lah, ia mengharapkan adanya pemerataan pembangunan yang dilakukan pemkot, agar semua masyarakat merasakan dan menikmati pembangunan. “Jangan tebang pilih, semua akses jalan warga harus diperhatikan, jadi pembangunan merata,” tandasnya.

Di lain sisi, menurut Andiran warga kampung Umbul Kunci, Kelurahan Sukarame II, ia mengaku bila banjir datang dirinya dan masayarakat lain tak dapat melakukan aktifitas seperti biasa, sebab akses jalan tertutup lantaran banjir.
“Kami semua hanya melalui jalur sungai ini (Kali Akar), kalau anak-anak mau berangkat sekolah, harus copot sepatu dan atribut sekolah lainnya, bila tidak sampai sekolah basah kuyup, bila rasa takut tapi mau gimana lagi, kalau banjir datang ya sudah mati semua akses kami, motor juga kalau nyebrang sering mati,” ujarnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close