Duel dengan Polisi, Karena Diduga Selingkuh dengan Istri Warga TbB Dibekuk

BANDAR LAMPUNG–Lembaga Bantuan Hukum Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Lampung, selaku Kuasa Hukum, Sopian (30) warga Perwata, Kecamatan Telukbetung Barat (TbB) Kota Bandarkampung, mempertanyakan terlalu dininya penetapan status hukum terhadap kliennya tersebut.

 

Sebelumnya, Sopian disangkakan melakukan penganiayaan terhadap salah satu oknum anggota polisi, Briptu Anis April Wahyudi, yang bertugas di Polres Pringsewu, Lampung.
“Berdasarkan surat penangkapan, klien kami dikenakan pasal 170 KUHPidana, sub 351 KUHPidana. Artinya terjadi penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban. Sementara, berdasarkan keterangan pelaku terhadap kami dan juga dari saksi-saksi di lapangan yang kami kumpulkan, keributan antara pelaku dan pelapor adalah satu lawan satu. Tidak ada pengeroyokan,” ujar Lamsihar Sinaga, kuasa hukum Sopian, melalui rilisnya, Kamis (30/4/2020).

Alam, sapaan akrab Lamsihar Sinaga, yang didampingi beberapa Pengacara lainya Direktur LBH PAI M Ilyas, M. Hendra dan Putra Nata Sasmita, pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut.
Dikatakan Alam, penangkapan tersebut terkesan sangat kurang profesional. Sebab, kuat dugaan, tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu.

Baca juga:  Anggota Koperasi TKBM Meninggal Kecelakaan Kerja, Harap Ada Santunan BPJS

“Menurut keterangan yang kami dapatkan, keributan itu terjadi sore hari. Malamnya terjadi penangkapan terhadap pelaku di rumah orang tuanya dengan melibatkan puluhan aparat. Seperti hendak menangkap teroris saja. Saya takut sekali malam itu,” ungkap Alam, menirukan ucapan Ayahnya Sopian.

Mirisnya lagi, keributan itu terjadi karena saat itu korban sedang berboncengan dengan istri pelaku. Kuat dugaan antara istri pelaku dan korban memiliki hubungan gelap.
Oknum tersebut diduga punya hubungan spesial dengan istri pelaku. Itu awal pemicu keributan.

Pada saat kejadian, pelaku melihat istrinya berboncengan dengan korban (Anis). Sebagai suami, pelaku lalu memberhentikan kendaraan tersebut dan meminta istrinya untuk pulang bersamanya. Namun korban sekaligus pelapor menghalangi.
“Itulah awal keributan, sehingga terjadi saling pukul. Bukan pengeroyokan,” ujar Alam.
Dijelaskan, hubungan kedua orang tersebut sudah sangat dalam. Padahal, Anis sudah punya istri dan Ria Ningsih (istri pelaku) sudah bersuami, yaitu Sopian. “Bukan kami membenarkan tindakan pelaku, tapi suami mana yang tidak emosi melihat istrinya bersama lelaki lain,” tukas Alam.

Baca juga:  Gubernur: Ukir Sejarah Berkarya Membangun Lampung

Pihaknya akan mendampingi pelaku untuk mendapatkan keadilan. Bahkan Alam juga menyampaikan pihaknya melakukan pendampingan terhadap istri pelaku, Ria Ningsih, yang pernah melaporkan Anis April Wahyudi ke Polresta Bandar Lampung terkait penganiayaan, berdasarkan TBL/B-1/3052/2019/VIII/2019//LPG/ RESTA BALAM.
“Kita juga akan mempertanyakan ke Polresta terkait laporan tersebut, karena Ria Ningsih pernah melaporkan Anis April Wahyudi yang diduga melakukan penganiayaan,” ujar Alam.

Dengan kejadian ini, lanjut dia, maka akan terbuka jelas bagaimana perilaku oknum tersebut, yang sangat mencoreng nama baik institusi kepolisian. “Kita berharap perkara ini mendapat perhatian serius dari para pimpinan kepolsian, baik kapolres Balam, kapolres Pringsewu dan kapolda. Kami harap, oknum yang berperilaku tidak baik tersebut mendapat sanksi yang tegas, sesuai ketentuan kode etik kepolisian,” ujar Alam.

Baca juga:  Acara Seremony Koperasi TKBM, Muncul Desakan Gelar RABL

Diketahui, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 21 April 2020, sore, di Jalan Zulkarnain Subing, Simpang Bakung, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat.
Korban disuruh berhenti oleh pelaku. Kemudian terjadi perdebatan mulut antara korban dengan pelaku. Pelaku langsung memukul korban sebanyak lebih dari lima kali dan mengenai kepala korban, Bahkan memukul korban menggunakan batu bata.
Tak lama kemudian, datang saksi Suhendi, kakak Sopian, untuk melerai dengan cara menarik Sopian.
Saat itu juga banyak masyarakat datang dan ada beberapa yang ikut memukul korban. Setelah dilerai, pelaku pergi. Ada saksi Ketut Sumawe, anggota Polri, yang melintas, kemudian membawa korban ke Polsek Telukbetung Timur. (rls/ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close