Dugaan ‘Suap’ Komisi IV Pihak Berwajib Silahkan Selidiki

BANDARLAMPUNG-Nampaknya para anggota komisi IV DPRD Bandar Lampung mengalami perpecahan. Pasalnya, pasca diterpa dugaan miring menerima sesuatu setelah melakukan hearing rencana kerja anggaran (RKA) Perubahan APBD 2021 dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mereka saling tidak kompak.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Ali Wardana secara gamblang mempersilakan pihak-pihak berwajib melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait isu dugaan suap menerima sesuatu tersebut. “Ya yang jelas saya tidak pernah menerima apa pun, mau dari mana pun, mau Rp20, 30 juta juga saya nggak tau sama sekali, silakan mau diperiksa penyidik juga saya tidak tau menau, nggak tau juga kalau yang lain, makanya salahkan selidiki,” ujar Ali Wardana, saat di jumpai di sela-sela acara vaksinasi di Gedung Golkar, Rabu (22/09/2021).

Baca juga:  Bupati Tuba Winarti Hadiri Musrenbang Provinsi

Bahkan menurut politisi Golkar ini, dirinya saat hearing dengan Dinkes tersebut, tidak hadir karena sudah pulang. “Agenda hearing dengan Dinkes tersebut Kamis (16/09/2021) jam 09.00.WIB., karena sudah sore Dinkes tidak datang juga, makanya saya pulang, namun belakangan saya ditelp hearing dengan dinas sekitar pukul 16.00 sore, tanpa Kepala Dinas Edwin Rusli saat itu, tambah saya nggak mau balik lagi untuk hadir. Belakangan ada isu lipatan maps Rp 20 juta, saya tidak tau lah, saya aja nggak hadir,” kilahnya.

“Jika masalah ini lanjut silahkan saja, mau Badan Kehormatan (BK) memanggil saya saya akan jelaskan saya tidak tau dan saya tidak hadir saat hearing dengan Dinkes. Silahkan BK selidiki sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, hearing rencana kerja anggaran (RKA) Perubahan APBD 2021 Komisi IV DPRD dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, diduga hanya buka-tutup. Diketahui, Hearing Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, dipimpin Sri Ningsih Djamsari, tidak dihadiri Ketua Komisi MI Darma Setiawan dan Sekretaris Ali Wardana, hearing menurut sumber yang enggan disebutkan namanya di gelar sekitar pukul 16.00 WIB. Hadir dari pihak dinas kesehatan Sekretaris Desti Mega Putri. Kepala Dinas tidak hadir.

Baca juga:  Gubernur Sosialisasi Pemahaman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Untuk 8 Kepala Daerah

“Selesai hearing dinas kesehatan mah, udah beres, dua puluh ribu beres, hearing formalitas, buka-tutup selesai, makanya kemarin Kamis (16/09/2021) sore-sore di gelar nya,” ujar sumber yang tidak mau namanya ditulis.

“Ya selesai lah mau dibahas apalagi komisi IV, beres dengan liputan maps, dua puluh ribu. Padahal, kalau dibahas bagus buat masyarakat kota, biar warga tau susah sejauh mana vaksinasi, berapa totalnya, sudah berapa jumlah warga yang di vaksin, banyak sebetulnya pembahasan dengan Dinas Kesehatan, dana-dana di puskesmas bisa di tanya juga, karena dinkes bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi pasti ditunggu warga informasi ini,” ucapnya.

Baca juga:  Pembangunan RSUD Tubaba Telan Dana Rp6,5 Miliar

Di konfirmasi, plh Dinas Kesehatan Desti Mega Putri membantah dugaan jika pihaknya memberikan sesuatu kepala komisi IV. “Dibahas kok, mereka tanya saya jawab, bahas semua RKA APBD perubahan, kalau nanya memberikan sesuatu itu tidak ada, kami hearing di pimpin bu wakil ketua, kok nanya nya yang sudah lewat ya, detail bener lagi. Tanya komisi IV saja,” kata dia saat dihubungi telp selulernya. (*/ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close