Fraksi NasDem Geram, Beras Bantuan Covid-19 Tak Layak Konsumsi

BANDARLAMPUNG-Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bandarlampung, Misgustini, menyayangkan kwalitas beras bantuan pandemi covid-19. Pasalnya, beras yang diterima warga di lapangan sangat tidak layak.

“Kami sangat sayangkan kwalitas beras babtuan covid 19, padahal yang kami ketahui, harga beras itu anggaran kwalitas premiun, namun yang didapati di lapangan beras yang tak layak,” ujar Misgustini, via Whatshapp kepada Wartawan Hastag.co.id, Kamis (14/5/2020).

Temuan beras takayak konsumsi ini, kata anggota DPRD Kota Tapis Berseri ini, ditemukan langsung saat melakukan Penjaringan Aspirasi masyarakat (Reses) di daerah Kelurahan Way Laga.
“Kami menyayangkan sikap dinas terkait yang menyalurkan beras bantuan kepada masyarakat dengan kwalitas tak layak, ini fakta lo, saat saya terjun langsung ke masyarakat beras yang dibagikan pemkot tak layak pangan,” ungkapnya.

Baca juga:  Bejad..! Kakek di Lamtim Cabuli Bocah 4 Tahun

Srikandi Partai NasDem yang duduk di Komisi II ini mengaku sangat miris. Sebab, dalam anggaran bantuan beras pandemi tersebut, dipatok dengan harga, sekitar Rp10.400/kilo gram. “Kalau beli dipasaran harga tersebut harusnya bisa mendapatkan beras yang baik di konsumsi masyarakat. Oknum-oknum yang seperti ini lah yang menjatuhkan wibawa walikota Bandarlampung, kami DPRD menghimbau agar pemkot telusuri oknum yang sudah berbuat demikain, terhadap beras bantuan tersebut,” paparnya.

Walikota Bandarlampung Herman HN, imbuh dia, sudah bekerja dengan keras untuk kesejahteraan masyarakat. “Hal ini yang kita sayangkan, pak wali sudah bagus -bagus kerja, nah ini ada oknum yang merusaknya, kan gak baik di masyarakatnya,” jelasnya.

Baca juga:  Pandemi Civid-19 KPU Bandarlampung Usul Tambah Anggaran

Bukan hanya itu, menurut Misgustini, dalam anggaran bantuan covid-19, dinas terkait tidak mengikut sertakan pihak DPRD dalam persetujuan bantuan dana tersebut.
“Karena semua dan disetiap Bagian Dinas, dan DPRD pun anggarannya dipangkas untuk menanggulangi dampak wabah corona, kira-kira yang saya hitung, sekitar Rp 10 Miliar dananya, namun kita selaku DPRD tidak mengetahui kemana saja dana tersebut di salurkan, kasian kalau yang memang membutuhkan malah tak dapat, memang ini sifatnya urgent namun kalau seperti ini siapa kita juga yang disalahkan masyarakat,” paparnya.

Baca juga:  Komisi IV DPRD Soroti Menjamurnya Klinik Kecantikan

Di sela-sela Reses tersebut juga, Misgustini menambahkan, RT yang ia temui pun mengaku beras-beras 2 kg pemberian pemerintah hingga saat ini masih menumpuk di rumahnya, masyarakat tak ada yang mau mengambil, bahkan saat diantarkan masyarakat menolak. “Ya beras ditolak warga, dengan alasan yang saya terima, beras yang diberikan pemkot beras jelek, jadi mereka tak ingin menerimanya,” jelasnnya.

Dirinya juga berharap, Pemerintah dapat mengikut sertakan wakil rakyat, sebab pihaknya juga memiliki Call canter sendiri yang 24 jam siap mobile untuk masyarakat.
“Kita siap bantu, 24 jam nomer kami aktif, jangan nanti sudah terlambat baru butuh kita” tandasnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close