Jadi Ketua Koperasi TKBM, AS Gagas Bangun 200 Unit Perumahan Buruh

BANDARLAMPUNG-Ingin adanya perubahan dan membuat buruh sejahtera, itulah niat tulus sosok Agus Sujatma (AS), yang berniat maju sebagai calon Ketua Koprasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang.

“Ya kita maju sebagai ketua koperasi TKBM ini bukan mau gaya-gaya an, atau gila jabatan, akan tetapi kita niat tulus bagaimana buruh di TKBM Panjang ini sejahtera, dan hak-hak mereka tersalurkan semua, sesuai dengan undang-undang dan aturan kenaga kerja yang berlaku, saya maju sebagai calon ketua agar buruh diperhatikan kesejahteraannya,” ujar Agus Sujatma, di kantornya, kepada Hastag.co.id, Senin (2/03/2020).

Nah, salah satu program yang akan diusung Agus Sujatma, sebagai calon Ketua Koperasi TKBM adalah, percepatan pembagunan 200 unit perumahan dengan pola auto debit. “Kita tetap melanjutkan program lama itu, akan tetapi polanya yang kita rubah, jadi nanti Kooerasi langsung yang membayarkannya melalui potongan HIK buruh, sehingga anggota tidak terbebani,” kata dia.

Baca juga:  Warga Buang Hajat dengan Sangke Kresek

Bagaimana catanya, imbuh mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung ini, Koperasi TKBM akan kerjasama dengan Pemerintah provinsi Lampung dan menggandeng Bank Lampung, nanti akan ada MoU antara pengembang, Koperasi TKBM dan Bank Lampung. “Sudah kita jajaki pengembang Duta Hidup Lestari (DHL) siap 200 unit rumah per tahun dengan lokasi Desa Talang Uluh, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya telah terbangun sekitar 150 unit rumah dalam kurun waktu 6 tahun lamanya, baginya hal tersebut lamban dalam memberikan kelayakan terhadap buruh. “Jadi selama 5 tahun saya menjabat nantinya akan terbangun sekitar 1000 unit perumahan untuk para buruh,” ungkapnya.

Nah, saat disinggung mengenai pendanaan dalam pembangunan Perumahan yang akan ia laksanakan kedepan, Kang Agus sapaan akrab pria kelahiran asli Pasundan ini mengaku, nantinya akan menerapkan pola Auto Debit yang bekerja sama langsung dengan Pemerintah Lampung dan Bank Lampung.
“Sistem pembayaran nanti semua di koperasi, jadi buruh ini nggak ada yang terbebani, kami ambil nantinya dari HIK mereka bukan upah, upah 100 persen kami serahkan kepada mereka karena wajibnya seperti itu, nah di HIK sendiri ada kenaikan sekitar 8 persen yang itulah akan di bayarakan untuk perumahan subsidi para buruh, TKBM” paparnya.

Baca juga:  Tiba Di Lampung, Gubernur Arinal Djunaidi dan Wagub Chusnunia Chalim Disambut Prosesi Adat

Tak hanya sampai disitu, mendalam Wartawan Hastag.Co.Id pun menanyakan hal yang selama ini menjadi rasa takut buruh yakni bagaimana kelanjutan Asuransi kesehatan para buruh sebab polemik ini lah sampai saat ini masih dalam perbincangan khalayak?

“Kedepan ketika saya terpilih kami meminta untuk di hentikan sementara Rp4.2 miliar, berjalan terus, jadi di tangguhkan dahulu, apabila clear dan kami akan meminta jalan tengah dengan dinas terkait dan lembaga yang berwenang, karena ini limit terus berjalan mau nggak mau wajib dibayar setelah kasus ketua sebelumnya jelas dengan membayar dari hasil penjualan Aset ketua sebelumnya Saini Nurjaya, ya jadi mulai dari nol lagi, kesehatannya tetap berjalan, trobosan kami apabila Dinas terkait tidak ada jalan tengan terpaksa kami akan lanjutkan sampai kepusat, seperti hal-hal sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga:  Lima DPD PAN Desak DPW Cabut SK Pemberhentian

Kedepan juga, Program dirinya selain membuat perumahan para buruh aktif dirinya juga akan lakukan pembangunan perumahan yang akan di berikan kepada pensiunan para buruh, dan juga per 2 bulan sekali manageman wajib memberi sembako kepada setiap buruh aktif.

“Insyallah saya akan lakukan dengan izin Allah saya siap memberikan kelayakan juga terhadap para pensiunan buruh TKBM dengan membangunkan rumah yang layak, juga pertiap 2 bulan sekali buruh wajib diberikan sembako rutin,” tandasnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close