KBM Offline SD SMP Dimulai 13 Juli Tetap Perhatikan Protokol Kesahatan

BANDARLAMPUNG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandarlampung merencanakan kalender Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara offline dimulai pada 13 Juli 2020 bertepatan dengan tahun ajaran (TA) 2020-2021.

 

Demikian diungkapkan Sekretaris Disdik setempat, Eka Apriana, di sela-sela hearing rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Selasa (2/6/2020).

Dalam kesempatan itu, Bunda Eka, sapaan akrab Eka Apriana, KBM dimilai pun para siswa masih memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. “Jadi nanti juga masih dalam simulasi mengingat dalam suasana covid-19. Artinya nanti siswa yang masuk ke kelas hanya 10 orang, ini juga melihat ketersediaan ruang belajar dan jumlah siswa, semua dibagi,” ujar Bunda Eka.

Semua, terusnya, baik orang tua siswa dan para guru harap memaklumkan situasi dan kondisi saat ini. “Minggu pertama adalah awal simulasinya kegiatan offline KBM, kalau ada ruang belajar ada 30, nanti di isi siswa 10 orang, semisal kelas 1 Senin, kelas 2 Selasa dan seterusnya. Kegiatan belajar pun paling lama hanya 4 jam, demikian pula saat pulang para siswa diberlakukan jaga jarak, tidak pulang berbarengan. Pokoknya kita lihat situasi dan kondisi sekolahnya, sebelumnya juga kami disdik akan meminta kesiapan para sekolah terlebih dahulu, bagaimana persiapan protokol kesehatannya,” paparnya.

Baca juga:  Yustin Ficardo Kunjungi Seluruh Stan Lampung Fair

Nah, dalam hearing terungkap Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Sri Ningsih Djamsari mempertanyakan, untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) apakah masih memberlakukan zonasi sekolah. Dan apakah nanti ada pemberlakuan sekolah pagi dan siang? Pasalnya, dalam KBM tidak menutup kemungkinan ada siswa yang memiliki riwayat penyakit bawaan dan hal ini sangat rentan.

“Karena ini sangat rentan mungkin ada anak yang memiliki riwayat penyakit asma, jantung dan lainnya, bagaimana cara mengatasinya, jelas hal ini membuat khawatir orang tua siswa,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan rekanya anggota komisi IV dewan Abdul Salim, jika pihaknya mendapatkan pengaduan orang tua siswa yang keberatan dengan biaya iuran uang Komite, mengingat situasi covid-19 dan juga tidak ada kegiatan KBM secara offline.
“Kegiatan belajar mengajar kalau siswa SMP masih bisa diarahkan, bagaimana dengan siswa SD, TK dan PAUD, dirasa sangat sulit dalam mengikuti KBM di sekolah,” jekasnya.

Baca juga:  Fraksi PDI-P Minta Pemkot Perhatikan Spot Pemicu Banjir

Menanggapi hal ini, Sekretaris Disdikbud Kota Bandarlampung, Eka Apriana menjekaskan, untuk PPDB disdik tetap memberlakukan sistem zonasi, semua sudah diantisipasi di lapagan dan dilihat dari jarak tempuh, bukan dari kelurahan atua kecamatan titik sekokah, disdik berupaya jagan sampai ada murid tidak masuk sekolah.

“Soal riwayat murid, jika ada yang sakit bawaan atau ada riwayat penyakit menular lainnya, nanti dilihat dari usulan wali murid, sekolah tidak bisa memaksakan dan tahun ini adalah tahun memaklumkan, nanti banyak dispensasi dan pemakluman, karena masuk sekolah secara offline ini masih memberlakukan protokol kesehatan,” paparnya.

Untuk tingkat kelulusan siswa TA 2020 semua siswa lulus dengan pengambilan nilai dari raport siswa. Untuk kelukusan Siwa SD 18.086 siswa dan SMP 16. 688 siswa dan tahun ini akan menerima murid SMP Negeri 12.2013 siswa.

Baca juga:  Rycko Menoza dan Bunda Eva Bakal Bertarung di Pilwakot Bandarlampung

“Soal PAUD dan TK, belum bisa diantisipasi tatanan untuk KBM, harpaan berjalan lancar sesuai protokol kesehatan. Belajarnya PAUD dan TK disesuaikan, bukan tidak masuk sekolah lagi, nanti juga gurunya memberikan tugas kepada wali murid misalnya, suruh buat gambar ini, yang jelas kita memaklumkan semuanya, kami disdik saat ini masih persiapan KBM offline SD dan SMP mudah-mudahan simulasinya berjalan dengan baik,” tandasnya.

“Disdik ambil sikap ini supaya wali murid merasa aman, besok pas ajaran baru dimulai, kami dahulukan anak baru suaknya agar lihat situasi sekoah baru kelas 2 dan 3 dihari selanjutnya. Minggu pertama minggu percobaan disdik membuat simulasi tata cara masuk sekokah dengan protokol kesehatan,” ucapnya lagi. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close