Kejati Minta Alay Lunasi Utang Rp 105 Milyar

BANDARLAMPUNG–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, mendesak Alay alias Sugiarto Wiharjo, untuk segera menyelesaikan utang – piutangnya kepada negara. Hal itu disampaikan lantaran belum ada langkah lanjutan untuk mencicil kerugian negara yang telah diakibatkan oleh perbuatan mantan bos Bank Tripanca tersebut.

“Kami mendesak kepada pihak Alay, untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan pengembalian uang kerugian negara yang hingga hari ini hutang tersebut masih tersisa sebanyak Rp105 miliar,” jelas Aspidsus Kejati Lampung Nur Mulat, Jumat (17/1).

Diketahui, Sugiarto Wiharjo alias Alay, telah mencicil kerugian negara yang diakibatkan oleh kejahatan yang ia lakukan sebanyak Rp1 miliar dan pada saat itu pihak Alay pun berjanj akan segera melunasi sisanya.

Namun, hingga saat ini pria yang sempat menjadi buron sejak 2014 hingga 2019 tersebut tak kunjung menyelesaikan janji yang sempat diucapkannya tersebut, dengan dalih bahwa aset – aset miliknya masih banyak yang dikuasai oleh pihak lain atau dengan kata lain aset – aset miliknya masih dalam status sengketa.

Baca juga:  Cabuli 14 Anak, Eks Kepsek di Sulsel Ditangkap

Sebelumnya juga, pihak Kejati Lampung masih melacak aset Sugiarto Wiharjo alias Alay di selurh bank, baik yang telah dikuasai maupun telah dilelang oleh bank.

“Aset-aset Alay masih kita lacak nanti kita lihat penguasaannya oleh orang-orang yang merasa membeli dari siapa. Dari beberapa pelacakan kami, ada juga yang dikuasai oleh bank kemudian dilelang,” kata Asisten Pidana Khusus (Kejati) Lampung, Andi Suharlis di Bandarlampung, Rabu (3/4) lalu.

Andi bersama tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meninjau kembali lelang yang dilakukan oleh pihak bank apakah sudah sesuai dengan prosedur atau tidak. Peninjauan itu guna menghindari upaya adanya menyembunyikan aset atau mengalihkan aset secara tidak jujur.

Baca juga:  Guru Honorer Dimutilasi Secara Bergantian

“Banyak temuan kita bersama KPK. Kemarin ada 16 temuan dan sekarang bertambah karena KPK punya datanya. Nanti akan kita sampaikan bersama penanganan kasus kendaraan dinas Lampung Timur,” kata dia menerangkan.

Aspidsus menambahkan aset yang sudah di peroleh dan betul-betul bisa dilakukan sita eksekusi nantinya akan diserahkan ke Asisten Pembinaan untuk dilelang. Hasil dari lelang tersebut nantinya akan dijadikan sebagai kompensasi uang pengganti. “Alay juga selama ini kooperatif dan mau menunjukkan ke kita soal keberadaan asetnya,” kata dia.

Dari beberapa aset Alay yang telah disita, Andi memprediksi untuk kerugian yang telah dibuat Alay akan cepat tertutup dan tidak ada kekurangan. “Prediksi kita cukup, karena informasinya dari aset itu lumayan besar. Ada satu titik yang bisa kita lelang mencapai Rp30 miliar,” kata dia lagi.

Baca juga:  MA Putuskan Hipni Tidak Bersalah, PH Bakal Somasi Bank Lampung

Kejati Lampung telah menyita sebanyak 16 aset milik Alay yang berada di wilayah Provinsi Lampung. Sebanyak 16 aset yang telah disita oleh Kejati Lampung di antaranya terdapat di Kota Bandarlampung, Kabupaten Pesawaran, Tulangbawang, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

Kejati Lampung tengah melakukan koordinasi terhadap pihak-pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bank, dan keluarganya mengenai aset Alay.

Aset Alay diburu hingga ke luar Lampung. Aset Alay yang berada di luar Lampung seperti Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah telah dilacak oleh tim Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Salah satu aset Alay di Provinsi Lampung yang telah ditemukan di Kabupaten Lampung Timur berupa tanah seluas 40 hektare. (*/ist)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close