Ketua DPRD Intruksikan Komisi I Panggil Pengusaha Bungkil Sawit

BANDARLAMPUNG-Menyikapi keluhan warga Karang Maritim, Kecamatan Panjang, akan polusi udara dari debu bungkil sawit, Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi instruksikan agar Komisi I DPRD setempat memanggil pengusaha stock file bungkil sawit tersebut.

“Ya coba nanti kita panggil ya, kita cek perizinannya, biar komisi I yang manggil, jangan diam saja ini komisi, harus ada tindakan kalau ada keluhan dari masyarakat, harus bertindak,” ujar Ketua DPRD DPRD Bandarlampung Wiyadi, Rabu (16/09/2020).

Politisi PDI Perjuagan ini menegaskan, pihaknya tidak akan tebang pilih dengan pengusaha, jika memang melanggar akan ditindak tegas. “DPRD menjalankan fungsinya melakukan pengawasan, apalagi kalau ada keluhan dari warga soal polusi udara, kita cek izin nya, kemudian bisa juga dipanggil komisi III soal pencemaran lingkungan debu dan udara, komisi I juga harus gerak jangan melempem melulu,” ungkapnya.

Baca juga:  Tolong Ibu, Jangan Tinggalkan Anakmu!

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung sudah mengecek ke lokasi dugaan dampak lingkungan pencemaran udara oleh PT Sinar Jaya Agro Investama (SJAI). Namun sayang, hasil di lapangan belum dapat di publis. “Ya nanti itu, kan anak-anak turun di lapangan, mengecek dan mengukur kadarnya, kalau hasilnya nanti kan kita uji dulu,” ujar Kabid Pengawasan DLH setempat, Cik Ali.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Bandarlampung, Haris Fadillah, mengaku jika pihak DLH sendiri, bisa melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah gudang tersebut memiliki Izin Analisisis Dampak Lingkungan (Amdal) atau tidak. “Kalau memang ada laporan dari masyarakat seperti itu, ya kami akan lakukan pengecekan, bagaimana dampak lingkungannya, apakah ada unsur pencemaran udara, nanti akan kita ukur dan kita kaji lebih mendalam,”ujar Harus, Rabu (09/09/2020) lalu.

Baca juga:  DPRD Warning Pembangunan Flyover dan Underpass Jangan Ada Masalah

Menurutnya, dalam gudang bungkil sawit harus ada penyaringan udara, sehingga debu dari tumpukan bungkil baik dalam proses bongkar muat barang, tidak sampai ke pemukiman sekitar. “Memang harus ada penyaringan udara, agar debu bungkil sawit tidak kemana-mana, terlebih saat proses bongkar muat barang,” tandasnya.

Sebelumnya, Warga Kelurahan Karang Maritim, Panjang, persisnya sekitaran pelabuhan Ferry, mengeluhkan akan debu bungkil sawit, yang diduga dari PT Sinar Jaya Agro Investama.

Selain debu yang menghitam, warga pun kerap merasakan gatal-gatal dan air sumur terkadang keruh. “Ya kami ini dapat debunya saja mas, lihat saja sendiri ini, berulangkali di sapu tetap saja debunya ada,” kata Ernawati, warga Karang Maritim, seraya mengusap etalase warungnya dan menunjukkan hitamnya debu di telapak tangannya, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (08/09/2020) lalu.

Baca juga:  Maju Pilwakot, Rektor Darmajaya Mengaku Menjemput Takdir

Bukan hanya itu, perempuan usia 43 tahun ini menyebut, jika akibat bungkil sawit tersebut,
selain menimbulkan penyakit, air di drainase sekitaran rumahnya menimbulkan bau tidak sedap busuk. “Apalagi kalau hujan mas, aliran drainase menjadi makin bau, seperti bau bangkai,” ucapnya.

Senada diucapkan tetangga disebelahnya Sarma Nababan, (60) ia mengaku jika adanya penumpukan bungkil sawit, debunya sampai ke rumah-rumah warga sehingga menimbulkan penyakit. “Hampir 30 menit sekali saya ini menyapu debunya apalagi kalau apa mobil bungkil bongkar muatan itu debu bisa hitam, di teras dan di dalam rumah” jelasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close