Koalisi PDI-P dan Golkar, Bangun Super Power di Pilwakot

BANDARLAMPUNG-Konstalasi Politik jelang pemilihan walikota (Pilwakot) Bandarlampung, kian menggeliat. Setelah jajakan koalisi Partai Demokrat dan NasDem, kini parpol Golkar dan PDI-Perjuangan yang duduk bersama-sama untuk mengusung calonnya pada pilwakot tahun 2020 nanti.

Numun menariknya, dalam penjajakan koalisi tersebut, sekretaris kedua partai mengumumkan bacalon atau kadernya yang siap bertarung, seperti yang diungkapkan sekretaris DPD Partai Kolkar Kota Bandarlampung, Ali Wardana mengatakan, jika ada beberapa kader Golkar, seperti Rycko Menoza, Toni Eka Chandra dan Sabnu Ali.

Sementara, Sekretaria DPC PDI Perjuangan Melinda menjelaskan, jika Ketua DPC PDI yakni Wiyadi siap maju mencalonkan diri dalam pilwakot, serta ada juga Jares Mugni. “Kami sih hanya ada kader yang siap maju, ada pak Wiyadi, dan bang Jares, tapi semua ini juga ada mekanisme partai dan juga kami taat dan patuh akan keputusan DPP PDI-P, karena semua keputusan di DPP,” ujarnya, saat wawancara di kafe Ikisopoto, di Pahoman, Bandarlampung, Kamis (18/7/2019).

Baca juga:  Gawat Buntut Mosi Tidak Percaya Ketua DPD PAN Bakal ke Jalur Hukum, Dinilai Tak Mendasar

Di sisi lain Ketua DPC PDI-Perjuangan Wiyadi mengatakan, jika pihaknya dalam koalisi ini bukan hanya sekedar cawe-cawe, namun ini adalah perjalanan politik, dimana partai pengusung yang ada di Kota Bandarlampung, semua dalam pencalonan pilwakot harus koalisi untuk memenuhi kursi, sesuai dengan amanat Undang-undang pilkada.
“Kita PDI-P kali ini akan bersama-sama dengan Partai Golkar mengusung calon walikita dan wakil, untuk siapa calonnya nanti ada mekanismenya, dan juga penjaringan dan penyaringan bacalon tetap akan dijalankan sesuai aturan partai,” jelasnya.

Baca juga:  Arinal Djunaidi Bilang Jika Ganti-Ganti Kapan Kerjanya

Disinggung, koalisi antara PDI-P dan Golkar dalam pilkada sangat jarang, apalagi di Lampung, ini ada apa sampai ada koalisi bersama? “Apa yang tidak mungkin dalam pilkada, kita untuk mengusung calon kursi legislarif tidak cukup, dan karena visi dan misi kita sama, kita coba padupadankan, kita mau calon yang kita usung nanti menang dan membawa kemaslahatan untuk kota tapis berseri,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung Yuhadi mengatakan, jika pihaknya koaisi untuk menang. “Soal siapa calon yang diusung itu DPP nanti yang tentukan, saya tidak bisa jawab siapa yang dapat rekomnya,” katanya.

Baca juga:  Maju Pilwakot, Dang Ike Bilang Harus Menang

Disinggung, bagaimana dengan bacalon Rycko Menoza yang digadang-gadang akan diusung partai Golkar? Lalu siapa yang jadi wakil dalam koalisi antara PDI-P dan Golkar? “Ya memang ada bung Rycko Menoza bacalon kita, soal siapa wakil siapa calon walikota nya itu nanti DPP yang putuskan, kami DPD II hanya menjalankan mekanisme partai, juklak-juknis penjaringan keluar dari DPP kita jalankan,” tegasnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close