Koperasi TKBM Panjang Salurkan Bantuan Sementara BPJS Kematian Rp84 Juta

BANDARLAMPUNG- Meski ada tunggakan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, di era 2014-2019 Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sainin Nurjaya, yang mencapai Rp6 Miliar lebih. Namun, saat ini di bawah pimpinan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Agus Sujatma Surnada, tetap memberikan santunan sementara, atas jaminan kematian, senilai Rp84 juta.

Nah, sentuman BPJS Ketenagakerjaan jaminan meninggal dunia tersebut, diberikan kepada 2 orang ahli waris buruh TKBM yakni ibu Sukesih, istri almarhum Jasmara dan Nurlela, istri almarhum Muharman, masing-masing senilai Rp42 juta.

Dalam kesempatan itu, Ketua Koperasi TKBM Panjang, Agus Sujatma Surnada, mengatakan, bahwa sebagaimana diketahui bahwa kondisi Koperasi TKBM Panjang, di era pengurusan 2014- 2019 (Sainin, Cs) ada permasalahan tunggakan iuran BPJS yang sangat banyak. “Namun, dengan nawaitu dan niat yang baik tetap Pengurus Koperasi TKBM menanggulangi sentunan sementara, senilai Rp42 juta per ahli waris jadi total Rp84 juta,” ujar Agus Sujatma, di sela-sela acara penyerahan santunan di Kantor Koperasi TKBM Panjang, Kamis (17/09/2020).

Mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung ini mengapresiasi bahwa pada kesempatan tersebut, seluruh pembina Koperasi bisa hadir semua. “Saya terharu, karena baru kali ini semua pembina bisa klop hadir semua, dari KSOP, Pelindo, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja, SPTI dan pihak KP3 Panjang, baru kali ini semua bisa hadir, saya ucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Baca juga:  DPRD Kaji Permenhub Angkutan Penumpang Ojol Ditengah Wabah Covid-19

Nah, dalam aturannya, terus Agus, santunan dana kematian memang harus dilaksanakan dan memang dana ada maka TKBM tetap memberikan santunan kepada keluarga almarhum. “Terlepas nanti lembaga koperasi akan kliam ke BPJS itu salah satu upaya lembaga,” jelasnya.

Ketua Koperasi TKBM Panjang, Agus Sujatma Surnada juga berpesan kepada seluruh anggota Koperasi TKBM agar selalu mengenakan APD. “Semua APD sudah tersedia, jangan sampai kita bekerja tidak menggunakan APD, apalagi saat ini wabah pandemik covid-19 jadi wajib masker. Terus jaga kekompakan, jangan mudah terpengaruh dari pihak luar yang akan memecah belah persaudaraan buruh TKBM,” pesannya.

Senada juga dikatakan Ketua Badan Pengawas (BP) Eriza, jika pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk kesejahteraan buruh TKBM. “Kami selalu berusaha semaksimal mungkin untuk atasi maslah yg ditinggalkan pengurus lama yakni masalh tunggakan BPJS. Pokoknya bagaimana caranya kedepan buruh bisa sejahtera,” paparnya.

Baca juga:  Diduga Tak Berizin, Pematangan Lahan Rajabasa Jaya Disoal Warga

Sementara, GM Pelindo, II Pelabuhan Panjang, Adi Sugiri, menjelaskan jika penyerahan santunan kematian ini mudah-mudahan jadi suatu berkah. “Saya doakan semoga anggota koperasi TKBM semakin sejahtera, kami dari Pelindo selalu bersibergi dengan keberadan TKBM, kebetulan panjang ini adalah pelabuhan kelas utama jadi role model pelabuhan Pelindo setelah Tanjung Priuk,” ucapnya.

Kesempatan itu juga GM Pelindo, II Pelabuhan Panjang ini mengapresiasi atas banyak terobosan yang telah dilakukan koperasi TKBM Panjang. “Saya baru diamini, tapi saya sudah banyak dengar akan terobosan TKBM untuk menyejahterakan buruh, semoga ini terus berjalan dan banyak terobosan lagi kedepannya,” tandasnya.

Mewakili Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang, Tasilin Kasi Lala KSOP Panjang, mengajak para buruh agar bercita-cita Pelabuhan Panjang jadi pelabuhan kelas dunia. “Kalau kelas dunia akan lebih enak, karena banyak investor menitipkan jasa bongkar muat di pelabuhan Panjang, sehinga jasa pelabuhan maskin bergeliat,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wan Abdurrahman Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) mengatakan, untuk perlindungan diri semua pekerja harus wajib dipakai alat pelindung diri (APD) apalagi buruh di TKBM semua bekerja di ruang terbuka yang mengandung rersiko tinggi, sehingga K-3 semua harus dipatuhi.
“Santunan atas anggota yang telah meninggal dunia, yang ditanggulangi oleh pengurus ini suatu kebijakan yang bagus yang diambil oleh pegurus Koperasi TKBM,” paparnya.

Baca juga:  Dewan 'Anyar' Mulai Tinjukkan 'Taji' Rajin Sidak Ke-Pembangunan Mega Proyek

“Ada bantuan subsidi upah dari Kementerian Tenaga Kerja, melalui BPJS ketenagakerjaan, yang telah diperjuangkan oleh pengurus, insallah perjuangan pak Agus Sujatma Surnada dan kawan kawan, untuk meyakinkan pihak BPJS untuk menginventarisir dan mendata anggota, mudah-mudahan terealisasi dengan baik dan cepat dicairkan oleh BPJS, ” pungkasnya.

Di lokasi yang sama keuarga almarhum penerima santunan BPJS kematian Indra, menantu dari almarhum Muharman mengatakan, pihaknya terimakasih atas sentunan dari Koperasi TKBM. “Alhamdulillah masih ada yang peduli dengan ayah saya, dari Koprasi ini lah dana yang insyallah akan saya berikan untuk adik-adik sekolah, karena emang dana Rp42 juta ini saya berikan untuk pendidikan semua, senang sekali, meski nggak ada BPJS koprasi masih membantu almarhum ayah mertua saya,” ucapnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close