LPJ Busyairi Ditolak, Tim Formatur Sepakat Albert Alam Nakhodai PPP Kota

BANDARLAMPUNG-Akhirnya perebutan ketua DPC-PPP Kota Bandar Lampung di raih oleh Albert Alam. Tampuk kekuasan ini disepakati tim formatur setekah bekerja dengan seksama dan menelaah rekam jejak dari sosok Albert Alam yang juga mantan anggota DPRD dari PPP.

Tim formatur yang berjumlah 7 orang bekerja cepat membentuk merumuskan kepengurusan DPC PPP Kota Bandar Lampung selanjutnya berkirim berkas ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk dikeluarkan SK (Surat Keputusan).

 

Demikian diungkapkan seorang anggota tim formatur Hendri Kisinjer. “Kami memang bekerja cepat, selain supaya PPP terlihat bergeliat juga dalam rangka menyongsong daftar calon sementara (DCS) pileg 2024 mendatang, harapan SK ketua bisa segera keluar sehingga pengurus juga bisa cepat bekerja membesarkan membangkitkan lagi nama besar PPP,” ujar Hendri Kisinjer, Minggu (26/09/2021).

“Saat ini, PPP adalah partai terbuka siapa-pun yang ingin bergabung silahkan yang penting dia cinta Pancasila dan beragama Islam. Dan bersedia membesarkan nama partai berlambang Ka’bah ini,” ungkap mantan anggota DPRD Bandar Lampung ini.

Baca juga:  PKS Target Tiga Kader Maju dan Menang di Pilkada 2020

Dijelaskan Sudirman anggota formatur lainnya, sebelum mengerucut pilihan Ketua kepada Albert Alam, rapat pleno sempat bergejolak karena adanya penolakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) ketua DPC PPP periode 2016 -2021. Berikut tanggapan pandangan umum PAC PPP banyak catatan LPJ yang dinilai soal laporan keuangan yang sangat buruk, sehingga ada istilah atau jargon dikalangan PAC sebagai bagi waris KSB. Tidak pernah mengadakan rapat bulanan, triwulan atau tutup tahun tentang alokasi dana dan sisa saldo kas DPC.
“Anggota DPC dan tidak pernah diajak musyawarah tentang pengalokasian dana kas DPC, sehingga menimbulkan kesan adanya pemufakatan jahat untuk memakai dana kas DPC untuk kepentingan pribadi KSB,” kata dia.

Baca juga:  Calon Demokrat Di-Plot Menang Pilkada, Bukan Cawe-Cawe

Tidak hanya perkara keuangan pihaknyajuga mengkritisi kerja-kerja electoral saudara Busyairi tidak maksimal dalam mempertahankan jumlah kursi di DPRD Kota Bandar Lampung. “Saudara Busyairi juga tidak menunjukkan dinamika berorganisasi yang mengarah pada kemajuan dan minimnya inovasi. Kondisi ini menurut kami harus diakhiri dengan menunjuk nahkoda kepemimpinan DPC yang baru. Maka dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim kami menolak LPJ PH DPC PPP Kota Bandar Lampung,” jelas dia.

Terpisah, ketua terpilih DPC-PPP Kota Bandarlampung, Albert Alam mengatakan, jika pemilihan ketua tersebut, diputuskan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Bandarlampung, di Ballroom hotel Arinas, Sabtu (25/9/2021) kemarin. “Secepatnya akan diadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) untuk membuat program kerja yang sesuai dengan visi misi DPC PPP kota Bandarlampung dengan filosofi kembali pulang menuju Ka’bah,” ungkapnya melalui sambungan telepon Minggu (26/9/2021).

Baca juga:  Pilkada 2020 DPT Bandarlampung Bertambah 2.736 Orang

Albert juga mengungkapkan, saat ini partai PPP, meskipun berazaskan Islam, namun saat ini di dalam AD ARTnya dan Peraturan Organisasi (PO) PPP menjadi partai terbuka.

Siapapun bisa menjadi kader dan bisa menempati posisi strategis di partai, apabila dia sebagai tokoh, pengusaha, dan finansialnya mampu, serta tujuannya jelas untuk menambah kursi dan meraih suara sebanyak-banyak.

“Kedepan akan membuat program yang menyentuh ke masyarakat, dengan memberdayakan PAC dan ranting-ranting,” ujarnya.

Mengenai target, Albert mengatakan, di bawah kepemimpinannya dirinya akan lebih memberdayakan ketua PAC dan ranting-ranting. Sehingga pada Pemilu 2024 ditargetkan setiap Dapil di Bandarlampung PPP mampu meraih kursi legislatif.

“Di Bandarlampung ada 6 dapil, targetnya meraih kursi disetiap dapil sebanyak-banyaknya, dengan menargetkan mampu menduduki kursi ketua Dewan,” tandasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close