Mantan Kades Umbar Diduga Telan Dana Alat dan Pakaian Adat

TANGGAMUS-Ada dugaan telah di anggarkan dalam APBDes TA 2017 Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, hingga saat ini, warga dan para Tokoh adat mengaku belum adanya realisasi pakaian dan peralatan adat seni budaya Lampung milik Pekon setempat.

Padahal, pakaian adat dan peralatan musik tersebut sangat dibutuhkan bagi warga, mengingat hal teresbut sangat penting apalagi saat perhelatan adat.

Demikian diungkapkan, tokoh adat RT 02, Dusun 1, Pekon Umbar, Ali Rohman gelar Dalom Pangeran, saat ditemui di kediamannya di Desa Umbar, yang juga di dampingi beberapa tokoh adat lainnya, Sabtu (4/7/2020).

ia mengungkapkan, sejak tahun 2017 sampai saat ini pihaknya masih bertanya-tanya apakah pakaian adat dan alat kesenian budaya Lampung tersebut diberikan atau tidak, seperti peralatan pencak silat, alat musik tradisional dan pakaian adat Lampung.

“Kami sampai sekarang belum memiliki pakaian dan peralatan adat ,padahal kami yakini dana pembelian itu ada karena saat Musdes 2017, dimasukkan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) anggaran 2017,” ujarnya,

Menurutnya, pakaian dan peralatan seni budaya tersebut penting untuk menyambut tamu istimewa, acara pernikahan dan acara adat lainnya, jelas hal ini untuk melestarikan adat dan budaya Lampung, khususnya di Tanggamus.

Baca juga:  Seluruh Komponen Bangsa Wajib Bela Negara

“Kampung kita ini adalah didomiinasi suku Lampung, jadi kami perlu adanya pakaian dan alat musik tradisional Lampung, kami tau anggaran itu sudah turun, namun kok sampai sekarang tidak ada,” ungkapnya.

Serupa diungkapkan tokoh adat lainnya, M. Saleh yang mengatakan, sampai saat ini Mantan Kepala Pekon (Samsudin,-red) belum memberikan pakaian ada danĀ  peralatan seni budaya Lampung.

“Saya ikut kok dalam Musdes, dan saya dengar ada anggaran tersebut dan sudah disepakati bersama sebelumnya,”ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan, mengapa pihak tokoh adat tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan sistem kegiatan desa di Pekon Umbar tersebut. “Padahal kami yang tau desa ini, seharusnya kami dilibatkan,” tegasnya.

Sementara, menurut Pejabat (Pj) Sekertaris Desa (Sekdes), Pekon Umbar, Bahrozi mengungkapkan, jika anggaran pakaian dan peralatan seni budaya untuk Pekon Umbar bisa ditanyakan langsung ke Samsudin selaku mantan Kades.

“Seinget saya dulu saat akan peresmian jembatan, Kades dan kami selaku aparatur desa berinisiatif melakukan penyambutan datangan Gubernur M Ridho Ficardo dan rombongan, disitu keluar ide untuk pembelian pakaian adat, dengan setelan pakaian jas, serta seragam seni pencak silat Khakot, namun belakangan hanya untuk seni pencak sikat, dengan setelah kemeja putih dan celana hitam yang dianggarkan, dan sisanya hanya (Samsudin,-red) lah yang tau persoalan tersebut, lebih tepatnya tanyakan kepada dia,”paparnya.

Baca juga:  Diduga Melanggar, Satpol PP Potong Pipa Pengusaha Tambak Udang

Di lokasi yang sama, kami berusaha menjumpai Mantan Kakon Umbar, Samsudin namun, meski sudah dua kali didatangi dikediamannya, ia tidak ada.
“Bapaknya nggak ada, dia ke kebon,” ujar wanita paruhbaya di kediaman Samsudin. “Ada kok nek, bapak ada,” sahut balita laki-laki,” di kediamannya. “Nggak ada, itu mobil satunya nggak ada,” timpal nenek paruhbaya tersebut.

Lalu Pewarta mencoba menghubungi kenomor Telepon manatan Kakon tersebut
tetapi tak kunjung aktif.

Di lain sisi, menurut salah seorang warga desa Umbar yang berinisial AH, jika belanja barang tersebut sudah pernah dipertanyakan pihaknya dengan kepala desa, namun berdalih masih dibelanjakan.

“Sebetulnya kami ini sudah lelah juga, karena itu anggaran tahun 2017 artinya sudah lama, tetapi itu kan untuk desa wajar kalau kami tanya ke pak kades, karena barangnya yang sudah dianggarkan tidak ada wujudnya, kemana,” kata AH, warga umbar yang enggan nama lengkapnya ditulis.

Baca juga:  Mantan Finalis Muli Lampung Dibekuk Polisi

Dijelaskan dia, bahwa ada beberapa item pagu belanja dana desa TA 2017 diantaranya, belanja pakaian resmi seragam Lampung lengkap (PRIA), Volume 5 stel harga satuan 1.500.000,- jumlah = Rp7.500.000,-.

Lalu, belanja seragam seni pincak khakot 20 stel,Harga satuan Rp 600.000 jumlah Rp.12.000.000,-. Belanja peralatan musik kesenian adat lampung volume 1 paket dengan Harga Rp. 5.921.555,-. Dan pembelian lahan kantor desa dgn harga Rp. 30.000.000 tp di RAB Rp. 40.000.000,.

“Wajar kalau kami menduga kades pak Samsudin, mantan kepala pekon Umbar diduga Korupsi Dana Desa tahun anggaran 2017. Nah, untuk item ke empat pembelian lahan kantor itu ada mark-up sekitar Rp 10 juta. Dan untuk Item 1,2 dan 3 sampai hari ini tidak ada wujudnya, kemana uang dana desa itu,” tandasnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close