OJK Nilai Pertumbuhan Ekonomi Keuangan Lampung Stabil

BANDARLAMPUNG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nenilai dewasa ini pertumbuhan ekonomi keuangan masih stabil, meski dalam masa pandemi covid-19. Bahkan, diprediksi untuk kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Lampung, triwulan III TA 2020 tetap terjaga sehingga mampu menopang pemulihan ekonomi.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi bijak mengelola keuangan dari OJK di masa pendemi Covid-19 bersama insan media pers Provinsi Lampung, ball room Hotel Sheraton, Rabu (11/11/2020).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto, menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini di Lampung, masih sejalan dengan perkembangan secara nasional.
”Untuk kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi lampung pada triwulan III 2020 tetap terjaga sehingga mampu menopang pemulihan ekonomi yang berangsur membaik,” ujar Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto.

Menurutnya, OJK mencatat bahwa berdasarkan data sektor jasa keuangan hingga September 2020, kinerja intermediasi meningkat dan indikator rasio keuangan utama tetap terjaga pada level yang terkendali.

Baca juga:  Warga Way Laga Keluhkan Asap PT. Tanso Putra Asia

” Sementara menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Lampung meskipun masih terkontraksi namun telah menunjukkan tren perbaikan untuk terus mendukung tren positif,” terangnya.

OJK juga telah memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit hingga 2022. Berdasarkan data pengawasan OJK di wilayah Provinsi Lampung, Kredit Perbankan per September 2020 tumbuh 0,71% yoy dan 1,95% ytd, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasional yang tumbuh 0,12% yoy dan lebih tinggi dari bulan Agustus 2020 yang tumbuh 1,22% ytd.

” Total kredit perbankan posisi September 2020 sebesar Rp67,26 T meningkat dibanding bulan Agustus 2020 sebesar Rp66,78 T. Kredit UMKM per September 2020 tumbuh 3,64% yoy dan 1,49% ytd, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan per Agustus 2020 yang tumbuh 0,24% ytd,” sambung Bambang,.

Sedangkan lanjut Bambang, NPL di bulan September 2020 sebesar 2,69%, mengalami sedikit kenaikan dibandingkan Agustus 2020 sebesar 2,63%. Untuk dana pihak ketiga, mengalami pertumbuhan Per September 2020 sebesar Rp54,22 T dibandingkan bulan Agustus 2020 sebesar Rp53,20 T.

Baca juga:  DPRD Warning Pembangunan Flyover dan Underpass Jangan Ada Masalah

“Perkembangan kinerja keuangan sektor perbankan yang positif ini dan adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun Daerah Provinsi Lampung menunjukkan kebijakan-kebijakan counterclycical yang diambil OJK bersama Pemerintah, Bank Indonesia dan LPS mampu meredam dampak pandemi covid 19 dan program pemulihan ekonomi nasional telah on the right track” ungkap Kepala OJK Provinsi Lampung.

Dari sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Perusahaan Pembiayaan per posisi September 2020 memiliki jumlah Piutang sebesar Rp7,90 T dengan 483.686 Kontrak, terdapat penurunan jumlah piutang sebesar Rp378 Milyar (4,56%) dibanding posisi Juni 2020 sebesar Rp8,28 T.

Akibat pandemic Covid-19 ini, tingkat NPF posisi September 2020 sebesar 5,27% atau terdapat perbaikan NPF sebesar 0,64% jika dibandingkan dengan NPF posisi Juni 2020 yang sebesar 5,91%. Untuk pelaksanaan program relaksasi kredit diperbankan per posisi Oktober 2020.

Baca juga:  Walikota Bandarlampung, Sampaikan Nota Keuangan APBD TA 2020

” Jumlah debitur yang direstrukturisasi sebanyak 114.213 Debitur (112.339 Debitur Bank Umum dan 1.874 Debitur BPR) dengan total outstanding sebesar Rp6,93 T (Rp6,52 T Bank Umum dan Rp412,41 M BPR). Terdapat peningkatan sebanyak 108.441 Debitur (1.878,9%) dan outstanding sebesar Rp6,08 T (723,28%) dibanding pelaksanaan restrukturisasi per posisi April 2020,” jelasnya.

Hal ini masih ditambahkan Bambang, menunjukkan program relaksasi di perbankan berjalan dengan baik untuk Perusahaan Pembiayaan, per Oktober 2020 jumlah Piutang yang direstrukturisasi
sebesar Rp3.919 Milyar dengan 96.233 Kontrak.

” Terdapat peningkatan jumlah piutang yang direstrukturisasi sebesar Rp1.260 Milyar (47,38%) dan sebanyak 19.778 Kontrak (25,87%) jika dibanding posisi bulan Juni 2020 (Rp2.659 Milyar dengan 76.455 kontrak). Lembaga Keuangan Mikro (LKM) relaksasi sebesar Rp848 Juta dengan 90 Debitur. Modal Ventura terdapat 67
Debitur dengan total relaksasi Rp8,29M,” tandasnya. (yen/rls)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close