Pandemi Civid-19 KPU Bandarlampung Usul Tambah Anggaran

BANDARLAMPUNG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung dan KPU kabupaten/kota rapat secara online dalam rangka persiapan Pilkada Serentak 2020 saat pandemi Covid-19, Jumat (29/5/2020).

“KPU Kota Bandarlampung mengajukan penambahan 675 TPS terkait pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi, Sabtu (30/5/2020).

KPU kabupaten/kota lainnya juga membahas realisasi anggaran dan strategi pelaksanaan pilkada yang dijadwalkan pada 9 Desember 2020.

Dijekaskan Dedy Triadi, saat ini KPU Bandarlampung mengajukan penambahan anggaran pilkada terkait penambahan 675 TPS dan protokol kesehatan Covid-19. Menurut Dedy, jumlah TPS sebelumnya, 1325 TPS, tanpa mempertimbangkan protokol kesehatan. Rata-rata, setiap TPS ada 500-800 mata pilih.

Baca juga:  DPRD Bandarlampung Ketok Palu Dua Perda Sekaligus

Dengan adanya pandemi, setiap TPS akan dibatasi maksmal 400 orang mata pilih. Dedy memperkirakan ada penambahan hampir 675 TPS atau total 2000 TPS. Konsekuensinya, ada penambahan anggaran, ujarnya.

Penambahan anggaran digunakan untuk penambahan honor penyelenggara, logistik, perlengkapan TPS dan juga alat pelindung diri (APD) bagi penyelenggara.

Dedy melanjutkan pihaknya sedang mengusulkan penambahan anggaran ke KPU Provinsi dan akan dilaporkan ke KPU RI. “KPU RI diminta oleh Komisi II untuk menyusun kebutuhan anggaran pilkada lanjutan terkait APD, tapi untuk penambahan anggarannya kemungkinan tetap diserahkan kepada pemerintah masing-masing,” jelasnya.

Baca juga:  Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga, Di Tengah Ketidakpastian Prekonomian Global

Sebelumnya, KPU Kota Bandarlampung telah menerima Rp6 miliar dari Rp39 miliar dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Dari yang sudah ditransfer Pemkot Bandarlampung, Rp 3 miliar sudah terpakai dan Rp 3 miliar masih di rekening KPU Kota Bandarlampung. Sisanya, Rp 33 miliar masih di Pemkot Bandarlampung. (*/ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close