PD Pasar Optimis Terget PAD PAD Rp460 Juta Terealisasi

BANDARLAMPUNG- Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tapis Berseri Kota Bandarlampung melakukan pembenahan, baik eksternal maupun internal guna memenuhi target PAD. Menurut Direktur Utama (Dirut) PD. Pasar Tapis Berseri Edy Gulvari pihanya melakukan pembenahan internal dengan memaksimalkan kerja-kerja bawahannya.

“Saya sejak dilantik bulan lalu saya langsung membuat pembagian tugas kerja, kemudian saya juga lakukan pembenahan di pasar-pasar yang menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya di kantornya, kemarin.

PD Pasar Tapis Berseri mengelola tiga pasar yaitu pasar Korpri, Perumnas Way Kandis dan Pasar Tani. Target PAD yang ditetapkan sebesar Rp.460 juta. “Tahun ini kami ditargetkan Rp460 juta/tahun. Kami optimis dapat mencapainya dari pemasukan jasa pengelolan pasar, keamanan , parkir, reklame, MCK dan sewa kios,” jelas mantan Camat Tanjungsenang itu.

Baca juga:  Waspada Virus Corona, Dinkes Imbau Jaga Imunitas Badan

Bahkan dia yakin bisa memberikan PAD yang lebih besar lagi jika pihaknya diberi kewenangan mengelola pasar yang lain. “Kalau kami diberi pasar lagi untuk kami kelola Insya Allah kita bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi,” kata Edy.

Saat ini pihaknya sedang merencanakan program yang dapat memberikan kontribusi baik ke pedagang maupun ke pemkot. “Supaya pedagang dan pembeli nyaman, saya perbaiki halaman pasar dengan paping blok. Kemudian ke depan kami ingin usaha simpan pinjam dengan pedagang serta penjajakan dengan pihak ke tiga,” jelas Edy Gulvari.

Baca juga:  Dinilai Kampung Terisolir, Naldi Tumpuan Harapan Warga Kupang Jernih

Progran jangka pendek yang sedang diupayakan oleh PD. Pasar Tapis Berseri adalah menjadika pasar Korpri menjadi sentra ikan laut dan tawar. “Ini lagi saya bicarakan dengan pedagang menjadikan pasar Korpri sentra ikan untuk wilayah Sukarame dan sekitarnya, doakan ini bisa berjalan ya,” harapnya. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya

Close
error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close