Pembangunan Flyover Sultan Agung Terkendala Tiang PLN dan Kabel Telkom

BANDARLAMPUNG-Pembangunan Flyover membentang sepanjang jalan jalur dua Jalan Sultan Agung, Kedaton, sudah dimulai. Diharapkan para pengguna jalan menghindari akses jalan tersebut, dikhawatirkan timbul kemaceran, lantaran ada pembangunan.

Demikian ungkapan Sutarno, pengawas pembangunan jalan Flyover dari PT Adiguna Anugrah Abadi, kepada Hastag.Co.Id, Rabu (17/6/2020). “Ya kita sudah mulai, titik 0 Pembangunan flyover dari U-Turn di RS Ibu dan Anak Belleza atau pintu masuk Mall Boemi Kedaton, turunnya di U-Turn depan kantor Radar Lampung, panjang flyover adalah 270 meter dan lebar 10 meter, jembatan layang ini nantinya akan membentangi jalur dua Jalan Sultan Agung,” ujarnya.

Baca juga:  Tersedia Makanan Khas India dan Arab, Hotel Radisson Lampung Dijamin Recommended!

Nah, untuk lebar keseluruhan Flyover sendiri, lanjutnya, sekitar 22 meter, di bagi ada pada sisi kanan kiri flyover dengan lebar jalan 6 meter, ini gunanya untuk pengendara yang akan melakukan akses jalur bawah.
“Ya kita bagi 10 Meter untuk fisik Flyover sisa 12 meter di bagi menjadi 2 sisi kanan dan kiri masing-masing 6 meter untuk pengguna kendaraan akses di bagian jalan yang di bawah,” ungkapnya.

Saat ini pula, Pengerjaan pembangunan kontruksi telah memasuki pelebaran jalan. Namun, para pekerja juga memiliki kendala hingga saat ini kabel PLN yang tak kunjung di rapihkan, sebab bila tak di bereskan pekerjaan sementara tidak dapat di lanjutkan.
“Semua barang-barang sudah disiapkan di lapangan, ya itu kabel listrik masih banyak jadi kendala kita dalam pekerjaan,” paparnya.

Baca juga:  Pencairan Dana PGHM Tunggu Intruksi Walikota

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah setempat, untuk segera berkoordinasi dengan stackholder terkait baik PLN dan PT.Telkom untuk membereskan tiang dan kabel, hal ini demi mempercepat pembangunan, mengingat deadline pekerjaan pembangunan sudah selama 1 bulan berjalan.

“Kita semua sudah siap alat berat sudah di lapangan balok pun sama, namun kendala di lapangan kabel listrik yang sampe saat ini masih ada, ya kita maunya pihak Dinas PU segara berkoordinasi dengan PLN bahaya kalau sampai kena pekerja proyek,” imbuhnya.

Baca juga:  Maret, Terjadi Inflasi di Bandarlampung pada 10 Komoditi

Sementara, untuk kontrak pembangunan Flyover itu sendiri terhitung mulai April 2020 hingga 29 Desember 2020, namun memiliki keterlambatan sebab seluruh dunia mengalami wabah penyakin mengerikan dan mematikan yakni Virus Covid-19.
“Sebenernya dari bulan 4 April kemarin, tapi ini teken kontrak lagi di bulan 5, deadline sampe 29 Desember 2020 semoga selesai, dan tidak ada kendala,” harapnya.

Diketahui pula kontrak nilai pembangunan flyover Sultan Agung, sebesar Rp34,6 miliar lebih dimenangkan PT. Adiguna Anugrah Abadi. (yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close