Pencairan Dana PGHM Tunggu Intruksi Walikota

BANDARLAMPUNG –Para guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Honorer Murni (PGHM) di Kota Bandarlampung, mengeluhkan akan dana honor PGHM yang tak kunjung juga dibayarkan pemkot setempat.

Dan terhitung sejak Januari 2019, hingga kini dana PGHM belum terbayarkan. “Harusnya per 6 bulan sekali dibayarkan, tapi ini sudah mau masuk bulan 8 kan, belum juga dibayar. Kami ini para guru honor sangat butuh dana PGHM itu, ya dari mana lah pendapatan guru honor, makanya kami berharap betul pemkot atau pak walikota bisa mencairkan dana PGHM,” ujar salah seorang guru honorer yang mewanti-wanti tidak menuliskan namanya.

Baca juga:  Reses di Komplek Polri, Agus Purwanto Tampung Keluhan Banjir dan Jalan Rusak

Dijelaskan dia, memang honor dari PGHM tidak seberapa besar. Namun bagi ia dan para guru honorer sangat memerlukannya. “Ya gak banyak pak, hanya Rp1,2 juta lebih, sedikit kan, tapi kami butuh, kan ajaran baru pak, mana mau beli baju seragam anak-anak, kasian anak belum beli seragam, sampai anak masuk sekolah kan sekarang, belum juga cair, kami harap itu bisa dicairkan secepatnya karena sangat berguna bagi kami,” keluhnya.

Di lain sisi, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandarlampung, Trisno Andreas saat di konformasi membenarkan jika dana PGHM guru honorer tersebut belum dibayarkan. “Memang belum karena belum ada perintah dari atasan, kalau dana nya ada kok, kita tinggal cairkan, kalau kata atasan cairkan ya kita keluarkan, gak ada masalah kok,” ungkapnya.

Baca juga:  Yutuber Dilarang Sosialisasi, Kader Demokrat Geram

Disinggung, berapa jumlah total dana PGHM yang harus dibayarkan? “Ya enam bulan sekitar Rp9 miliar lah, kalau berapa total penerima saya gak paham kan harus lihat data, saya lupa lah, itu juga kan pengajuan dari Dinas Pendidikan (Disdik). Cair kok, tinggal tunggu waktu saja, bulan depan lah diperkirakan, tapi kalau ada intruksi langsung dari pimpinan beda, bisa langsung kita bayarkan, yang enam (6) bulan dulu,” jelasnya.

Untuk kondisi keuangan pemkot, imbuh Trisno, saat ini masih tahap wajar dan tidak ada piutang yang terlalu menunggak, hanya tinggal pembayaran retensi proyek fisik. “Paling hanya utuk piutang pemprov pembayara Jamkses dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUAM) karena sudah mulai nagih, tidak ada lagi kok, makanya saya yakin, kalau ada perintah pak wali, kami siap membayarkan PGHM tersebut,” tandasnya. (ron)

Baca juga:  Stadion Mini Kalpataru Rampung, DPRD Minta Akomodir Pedagang Lama
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close