PKS Target Tiga Kader Maju dan Menang di Pilkada 2020

BANDARLAMPUNG-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) provinsi Lampung menargetkan tiga kader internalnya maju mencalonkan diri sebagai bakal Calon Kepala Daerah (balonkada) perhelatan Pilkada 8 Kabupaten/ Kota di provinsi Lampung.

Ketua DPW PKS Lampung, Mufti Salim mengatakan, target untuk 3 Daerah tersebut yakni, Metro, Lampung Selatan dan Bandarlampung. “Ya, dari 8 Pilkada, kami targetkan tiga Kader internal untuk menjadi Calonkada di wilayah tersebut,” ujar Mufti, di kantor DPRD Lampung, Senin (24/2/2020).

Anggota DPRD Lampung ini menjelaskan, untuk kader tersebut yakni, Mufti Salim maju di Pilwakot Metro sebagai Bakal Calon Walikota, kemudian di Lampung Selatan ada nama Antoni Imam dan Bandarlampung yakni Ade Ibnu Utami. “Kalau untuk dua nama, kami pastikan akan diusung, sedangkan untuk Bandar Lampung kami akan mencoba melakukan penggerakan dengan partai lain,”katanya.

Baca juga:  PAN Siap Menangkan YuTuber Sampai Tetes Darah Penghabisan

Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini mengatakan untuk target kemenangan di 8 Pilkada, PKS menargetkan 100 persen menang. “Apapun Calon nya baik, koalisi maupun kader intenral,”ujarnya.

Sementara itu, dari informasi di Pilwakot Bandarlampung, nama Ade Ibnu Utami digadang-gadang PKS untuk mewakili Eva Dwiana Herman HN, namun dalam perjalanan Eva memilih Dedi Amrullah sebagai Calon Wakilnya.
Melihat hal tersebut, Ketua DPD PKS Bandarlampung, Aep Saefudin mengatakan, pihaknya masih optimis untuk memasangkan kader internal kepada tiga nama Calon Walikota yakni Eva Dwiana, Rcyko Menoza dan M Yufuf Kohar.

Baca juga:  Ini Dia Peta Politik 8 Calonkada Partai Nasdem

“Semua berpeluang, untuk berdampingan sama bunda Eva pun masih bisa, karena belum ada rekom resmi dari Partai,”ujarnya.
Aep pun mengatakan, untuk Rekom PKS pun masih belum tau arahnya kemana. “Untuk memutuskan nama Calonkada, kami serahkan ke DPW,” tandasnya. (*/ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya

Close
error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close