Proyek Bronjong dan Hotmix Di Desa Paku Diduga Asal Jadi

BANDARLAMPUNG-Belum usai Januari 2021, proyek pekerjaan hotmik, bronjong dan jembatan mini di daerah Kecamatan kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, kondisinya kini sudah rusak.

Pasalnya, pekerjaan proyek tahun 2020 tersebut, didugaa tidak sesuai aturan dan terkesan amburadul bahkan disinyalir asal jadi.

Penegasan ini, diungkapkan Bujay, warga Desa Paku, Kecamatan kelumbayan, Kabupaten Tanggamus. Menurut Bujay, kondisi pekerjaan jalan dari awal dikerjakaan terkesan asal-asalan.

“Proyeknya itu asal-asalan, baru dikerjakan sekitar bulan November sekarang sudah rusak parah. Aspalnya juga tipis sekali,” kata Bujay.

Bujay menjelaskan, di daerahnya mendapatkan proyek dari dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung sekitar Rp 4,063 miliar terdiri hotmix jalan sepanjang sekitar 500 meter, bronjong dan jembatan mini (box cluvert).

Baca juga:  Mantan Kades Umbar Diduga Telan Dana Alat dan Pakaian Adat

“Kami minta proyek itu diperbaiki, apalagi soal bronjong sangat mengkhawatirkan, sayang itukan ngebangun pakai uang rakyat, tidak kecil, yang rugi kan masyatakat,” kata tokoh pemuda di Desa Paku.

Dia menjelaskan, pekerjaan proyek bronjong yang dikerjakan PT. Manggala Wira Utama tersebut sangat memprihatinkan, karena tidak pakai pondasi, dan kondisinya sudah mulai rusak karena terkikis air. “Selain jalan hotmix, proyek bronjong juga asal-asalan. Sekarang ini kondisi bronjong sudah amblas, karena itu tadi tidak pakai pondasi,” tukasnya.

Baca juga:  Pemkab  Kembali Luncurkan Program Umroh Gratis

Kemudian proyek jembatan mini yang juga dikerjakan perusahaan yang sama, kondisinya sama memprihatinkan. Karena sudah retak-retak. Untuk itu ia berharap pihak dinas PU segera meninjau dan menegur perusahaan untuk memperbaiknya.

“Kami minta PU segeara turun untuk mengerur dan memperbaiki proyek-proyek yang rusak tersebut. Sebelum kami laporkan ke gubernur Lampung, kalau proyek itu tidak layak buat masyrakat desa Paku,” pungkasnya.

Sementara, Jek Pengawas PT. Manggala Wira Utama mengatakan pihaknya siap untuk memperbaiki proyek tersebut di masa pemeliharaan. “Iya itu nanti ada perbaikan di masa pemeliharaan, saya juga sudah izin sama dinas agar ada perbaikan nantinya. Mudah-mudahaan cuaca segera bagus,” ujarnya.

Baca juga:  Puslitbang Polri Survey Indek IKM Kinerja Polri ke Tuba

Dia menambahkan, masalah bronjong yang rusak disebabkan, akibat rembesan air dari tebing disebalh kanan yang masuk melalui siring dan mengkikis padatnya timbunan, sehingga bronjong bergeser.

Terpisah Wisnu PPK Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung yang dikofirmasi melalui hp tidak mengangkat, pesan yang dikirim juga tidak dibalas. Bahkan Kepala Dinas PU-Bina Marga, Mulyadi Irsan, yang dikonfirmasi tidak menjawab pesan Whatsapp yang dikirim. (*/ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close