Realisasi Uji KIR Capai 78 Persen atau Sekitar Rp.9.9446.600.00,-

BANDARLAMPUNG-Unit Pelaksana Tugas (UPT) pelayanan uji emisi kendaraan KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung, akhir November ini realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) KIR telah mencapai 78 persen dari target sebesar Rp1,2 miliar.

“Tri wulan ke empat ini atau di November ini realisasi pendapatan KIR sudah 78 persen, terhitung Jum’at (27/11/2020) sudah masuk sekitar Rp.9.9446.600.00,- dari target Rp 1,2 Miliar,” ujar Kepala UPT Kir Dishub Kota Bandarlampung, Andi Koenang, Jum’at (27/11/2020).

Realisasi sektor pelayanan uji emisi kendaraan atau KIR mencapai 78 persen, angka realiasi tersebut adalah angka yang tertinggi sejak lima tahun terakhir ini.
“Alhamdulillah, di semester 4 ini, kami bisa mencapai angka tertinggi yakni hampir menembus Rp 1 miliar ,saat ini realisasi PAD capai Rp994 juta,” ungkapnya.

Baca juga:  Ini Dia Prediksi Pimpinan DPRD Kota Bandarlampung

Meski sebelumnya sempat terhambat dengan adanya wabah penyebaran virus Covid-19, kegiatan pelayanan kembali aktif dan mencoba untuk terus meningkatkan pelayanan. “Saat ini pelayanan lebih baik lagi, sehingga kendaraan yang melakukan uji KIR lebih ramai sampai bulan ini,” ucapnya.

Andi mengatakan, ada banyak faktor mengapa PAD bisa mencapai angka tinggi dalam lima tahun terakhir, salah satunya adalah sistem jemput bola untuk melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan.

“Kami melakukan sistem jemput bola, untuk memberitahukan kepada perusahaan, kalau angkutan atau kendaraan belum lakukan uji KIR , maka segera dilakukan,” paparnya.

Baca juga:  Warga Keluhkan Pembagian Beras Bantuan Covid-19

Oleh karena itu, tahun depannya, pihaknya berharap adanya pemindahan kantor Uji KIR serta pergantian alat yang lebih baru. “Karena situasi tempat tidak memungkinkan lagi, kami harap ada pemindahan kantor baru,” tandasnya.

Selain itu pula, akses masuk ke kantor uji KIR sangar sulit untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan kendaraan besar lainnya. “Mobil perusahaan banyak yang tidak bisa lewat, karena akses jalan tidak bisa dilalui, kan kalau truk besar tidak bisa lewat dalam kota, makanya mereka kesulitan. Apa lagi kalau rumah sakit sudah beroprasi, mau bagaimana lagi nanti,” pangkasnya. (ron)

Baca juga:  Dokumen Amdal dan Ipal RS Airan Raya Diduga Dipalsukan
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close