Lakukan Sidak Komisi IV Temukan Fasilitas Tak Memadai Di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo

BANDARLAMPUNG-Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, hasilnya anggota menemukan banyak kejanggalan fasilitas rumah sakit yang tidak memadai, dari kebersihan higga fasilitas kamar kecil (WC) pun tidak layak pakai.

Sidak komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD M. I. Darma, Wakil Sri Ningsih Djamsari, Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri, Yuni Karnis, STP
Drs. Abdul Salim, MM, Pepi Asih W, S.ST.

Menurut Ketua Komisi IV M.I Darma Setiawan, jika sidak yang dilakukan pihaknya merupakan dasar dari pengaduan warga, karena fasilitas rumah sakit yang tidak memadai dari instalasi air, hingga pelayanan.

“Dasar kita pengaduan warga, karena air gak ada, terus di dalam ruang pasien terasa panas, padahal ada pendingin AC, makanya kita cek ternyata benar, kipas angin saja kita temukan kotor, AC nya nggak hidup, kasian kan pasiennya, kalau begini, bukan tambah sehat, malah sakit orang kan,” ujar Darma, di sela-sela sidak di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Selasa (3/12/2019).

Baca juga:  Raih Rekom PAN dan PKB Paslon 'Yutuber' Sudah Kantongi 16 Kursi

Nah, melihat hal ini tersebut pihak DPRD menyayangkan pelayanan rumah sakit yang sangat minim. “Kan kita lihat sendiri tadi, beberapa ruangan kita sidak, hampir semua ruangan WC nya tidak memadai, bahkan sangat kumuh, ini anggaran pemeliharaanya dikemanakan, belum lagi keluhan pasien yang merasa panas, apalagi di ruangan rawat inap balita tadi kan, kita rasakan sendiri, bagaimana tanggungjawab direkturnya,” ungkapnya.

Karena itu, politisi Gerindra ini menambahkan, pihaknya meminta managemen rumah sakit bisa memperbaiki semua fasilitas yang tidak memadadi. “Kalau begini kan bagaimana fasien mau sehat, jangan-jangan rumah sakit sepi karena orang gak mau kesitu karena melihat fasilitas yang kumuh dan tidak memadai, makanya sepi pengunjung,” jelasnya.

Baca juga:  Wings Air Melakukan Proving Flight Tanjung Karang ke Krui

Ditambahkan Abdul Saim, anggota Komisi IV lainnya, bahwa kedepan pihak pemkot dalam pembangunan rumah sakit wajib memilih rekanan yang sudah berpengalaman, karena dilihat gedung rumah sakit dengan jangka waktu pembangunan saat ini sudah banyak yang rusak. “Keramik lantai rumah sakit sudah banyak yang jebol, kontraktornya kurang fropesional, kedepan Pemkot cari pemenang tender yang berpengalaman, sehingga hasil pembangunan bisa layak dan bagus. Untuk WC nya juga harus segera diperbaiki, karena ini sangat diperlukan pasien, jangan wc yang bau dan tidak bisa terpakai seperti itu, kan ada dana perawatan, perbaiki dong,” tandasnya.

Baca juga:  Sekdes WayHuwi Akui Ada Kerjasama Limbah Sampah RS Airan dengan Bumdes

Dilain sisi, hal tersebut di iyakan pula oleh salah seorang ibu pasien yang anaknya sedang mengalami penyakin infeksi tenggorokan, siti merepukan warga Panjang, mengaku merasa kepanasan dan tak nyaman dengan fasilitas yang ada di RS.

“Kebalik ini, siang ac mati, kipas di cabut, nah malem baru itu sekitar jam 10 maleman, aleasannya karena kalau siang banyak yang jenguk padahal ngga ada orang,”paparnya.

Namun sayang, Seksi Pengendalian Fasilitas Keperawatan Dedi Rahardi, enggan menanggapi dengan hasil sidak Komisi IV dengan alasan bukan ranahnya. “Maaf kami satu pintu kalau mau konfirmasi, saya dan kawan-kawan hanya mendampingi dewan sidak bu direktur sedang ada rapat,” kilahnya.
(yen)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close