Stadion Mini Kalpataru Rampung, DPRD Minta Akomodir Pedagang Lama

BANDARLAMPUNG-Anggota DPRD Kota Bandarlampung, mengimbau agar pihak pemerintah kota (pemkot) setempat menempati janjinya dengan memberikan ruang kepada para pedagang kaki lima, supaya masih bisa berjualan di seputar lapangan Kalpataru, Kemiling.

“Ya, sesuai ucapan camat Kemiling, bahwasanya para pedagang masih diperbolehkan berdagang di sekitar Lapangan Kalpataru, ini ide yang sangat baik, karena ini adalah napas ekonomi rakyat,” ujar Anggota DPRD Bandarlampung, Agus Purwanto, Minggu (27/09/2020).

Namun demikian, anggota Komisi II DPRD Bandarlampung ini berharapan, agar kedepannya juga, ketika stadion mini di lapangan Kalpataru sudah jadi dan selesai di bangun, ia berharap juga para pedagang yang diakomodir nantinya pedagang yang sudah lebih dahulu yang diutamakan. “Kalau pun nanti ada kios-kiosnya, ya dahulukan pedagang yang sudah lebih dahulu, kan mereka ada data pedagangnya, kalau ada kiosnya mereka dulu lah yang diberikan, jangan orang dari luar,” jelasnya.

Baca juga:  Koperasi TKBM Panjang Salurkan Bantuan Sementara BPJS Kematian Rp84 Juta

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, jika saat ini lapangan Kalpataru sedang di bangun stadion mini oleh Dinas PU Kota Bandarlampung, maka di harapkan juga para pedagang tetap menjaga keamanan dan kebersihan, dan menempati lokasi yang sudah ditentukan pihak Kelurahan Beringin Jaya dan Camat Kemiling.

Sebelumnya, puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang keseharian berjualan di seputaran Lapangan Kalpataru, menadangi kantor Kelurahan Beringin Jaya, untuk meminta kepastian lokasi relokasi berdagang, lantaran lapangan Kalpataru ditutup, untuk kepentingan pembangunan.

Baca juga:  Bandarlampung Kembali Cetak Rekor Muri Kategori Melukis Mural

Dedi Saputra, yang ditunjuk sebagai juru bicara menjelaskan, bahwa pihaknya mendatangi Kantor Kelurahan Beringin Jaya, untuk meminta lokasi berdagang. “Kami ini datang ke kelurahan minta solusi mau dagang diana yang diperbolehkan, karena sosialisasi lapangan akan dibangun dadakan, hanya sehari, pihak Pemborong datang, baiknya kami dilarang berdagang dan langsung ditutup, makanya kami minta solusi,” kata Dedi Saputra Pedagang Somay itu, Jam’at (25/09/2020).

Para pedagang gerobak di Lapangan Kalpataru, terus Dedi, sekitar 15 gerobak, mereka berjualan makanan ringan dan berharap ditempatkan di lokasi yang agak luas. “Kalau keinginan pedagang minta tempat yang luas, kemungkinan di pojokan lapangan bolot, lokasi lebar dan bisa masuk berdagang semua,” ungkapnya.

Baca juga:  Dinas PU Perbaiki Akses Destinasi Kawasan Wisata Hutan Kera

Menanggapi hal tersebut, Camat Kemiling, Socrat mengatakan, bahwa lapangan akan di pagar dan para pedagang bukan dilarang berjualan, akan tetapi karena ada pembangunan maka para pedagang dipindahkan. “Karena mau ada pembangunan stadion mini, maka para pedagang pisah dulu, silakan berjualan di seputar lapangan yang tidak mengganggu aktivitas konstruksi, diana pun silakan, yang penting masih menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan lingkungan, diana pun sekitar lapangan silahkan,” jelasnya.

Sementara, Lurah Beringin Jaya, Era menejalaskan, sesuai arahan Camat Kemiling pedagang silakan berjualan, tetapi jangan di lapangan voli, karena nanti mengganggu yang olahraga disana. “Paling yang bisa di dekat taman bermain, tapi jaga kebersihan dan ketertiban,” jelasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close