Suasana PPKM Darurat UPT KIR Tetap Semangat Genjot PAD

BANDARLAMPUNG-Di tengah suasana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat level-4 saat ini, Unit Pelaksana Tugas (UPT) uji kendaraan bermotor (KIR) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung, masih giat melaksanakan tugasnya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor uji KIR.

Kepala UPT KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung, Andi Koenang, mendampingi Kepala Dishub setempat, A. Husna mengatakan pihaknya masih tetap optimis dalam mencapai target PAD sektor uji kendaraan KIR. “Ya kalau dibilang sepi banget sih nggak juga masih ada lah kendaraan yang masuk untuk uji KIR, namun tidak seperti biasanya, karena kan akses masuknya juga susah banyak penyekatan, mobil kecil saja susah apalagi mobil yang besar-besar,” ujar Kepala UPT KIR Dishub, setempat, Andi Koenang, Kamis (29/07/2021).

Baca juga:  Gubernur Lampung Ridho Imbau Kades Hati-Hati Kelola Anggaran

UPT KIR optomis masih bisa mencapai target dikarenakan pada pertengahan tahun Juni lalu target sudah tercapai sekitar 50 persen, dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp1,5 Milyar. “Kalau target tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya TA 2020 hanya Rp1,2 Milyar, TA 2021 RL 1,5 Milyar atau naik 25 persen,” ungkapnya.

Masih optimis tercapai target itu juga selain pada Juni sudah tercapai 50 persen target, masih ada kurun waktu 5 bulan. “Ini masih sisa 5 bulan lagi, kalau pun di Juli ini hanya 4 persen, artinya masih masuk 60 persen. Kami yakin juga pada September nanti masih bisa dikejar, karena September tidak banyak hari libur dan kalau Agustus banyak hari libur kerja. Kita masih bisa genjot PAD di September dan Oktober, UPT KIR bekerja untuk peningkatan pendapatan daerah, bagaimana pun, InsaAllah tercapai 100 persen, kalau keadaan stabil kita tenang,” kata dia.

Baca juga:  Ditemukan Banyak Tempat Karouke Jual Miras Tak Berizin

Untuk persentase kendaraan yang masuk uji KIR kondisi PPKM kisaran 40-50 unit. Sebelum PPKM bisa mencapai 100 unit kendaraan uji KIR. “Di masa PPKM UPT KIR tidak memberlakukan jam kerja, jika masih memungkinkan jam kerja masih tetap dilayani dan tidak melakukan pengurangan pegawai, karena KIR adalah unit pelayanan, namun jika ada pegawai kalau tidak sehat silahkan istirahat di rumah,” paparnya.

Setiap hari, tambah Andi Koenang, kantor UPT KIR dilakukan penyemprotan disfektan. “Sangking parnonya saya juga perintahkan setiap hari pagi-sore dilakukan penyemprotan disinfektan ini kami lakukan untuk mencegah virus corong,” tandasnya. (ron)

Baca juga:  Pemkot Teken MoU dengan Bank Mandiri Pinjaman Tanpa Bunga UMKM
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya

Close
error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close