Tidak Ada Polemik RAT Koperasi TKBM Sah, Calon Kalah Legowo

BANDARLAMPUNG- Bersikap legowo dan berlapang dada, menerima kekalahan dalam pemilihan ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang. Demikian lah, sikap kesatria yang dinyatakan Usri SE, mantan calon ketua koperasi TKBM Panjang dan ia mengaku bersedia membantu dan memberikan sumbang saran untuk kemajuan koperasi buruh tersebut.

“Ya. Menang kalah dalam suatu kompetisi itu biasa, Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi TKBM kemarin itu saya nyatakan itu sudah sah dan sangat demokrasi sekali, saya terima kekalahan dan saya merasa legowo, kedepan kita siap membantu membesarkan dan mensejahterakan para buruh TKBM,” ujar Usri, Minggu (22/02/2020).

Diketahui, pemilihan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, dimenangkan Agus Sujatma (Ketua Koperasi) bersama Eriza (Ketua Pemgawas) mengalahkan lawannya Usri dan Samin. Pemilihan dilakukan secara demokrasi, hampir 1000 lebih buruh memilih calonnya.

Menurutnya, jika sebelumnya ada riak-riak itu semua diluar kendalinya. Pasalnya, ia bersama buruh lainnya saat berkumpul di jediaman Samin (mantan Ketua Koperasi TKBM) sama sekali tidak ada niatan sesuatu. “Ya kan suasana capek, kita sesama buruh nggak tau kalau ada sesuatu yang di buat mantan sekretaris, tapi pokoknya kita sudah Legowo, kan saya juga sudah bikin fakta integritas. Kita buruh mah, ada nggak yang dilakukan mantan sekretaris,” kata dia.

Baca juga:  PTPN VII Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Namun demikain, ia tetap menekankan agar ketua yang baru berpegang teguh pada janji jabatannya. “Kita tetap kawal dan siap memperjuangkan aspirasi anggota buruh TKBM Panjang, sama-sama bagun lah soal proses hukum, biar pihak berwajib,’ tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Lampung, Ghozali, mempertanyakan legal formal Forum Persaudaraan Koperasi TKBM (FP-K TKBM) Pelabuhan Panjang, yang menuding bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) cacat hukum.

Menurutnya, FPKTKBM merupakan forum yang ilegal, dikarenakan membawa nama TKBM, yang dimana seharusnya jika ia sebuah forum tidak boleh membawa TKBM.

“Bahwa keberadaan koperasi itu dari serikat, yang wadah nya TKBM Pelabuhan Panjang, serikat buruh/pekerja itu di bawah naungan SPTI, makanya saya pertanyakan legal formal FP-K TKBM,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, forum terebut berawal hanya untuk menjaring calon ketua, mungkin ada segelincir oknum yang inigin mengacaukan RAT. “Awal pertama ini menjadi forum itu hanya untuk menjaring siapa ketua,dan itu tidak sah, karena tidak terdaftar kesbangpol, serta tidak ada Ad/Art,” ujar dia.

Baca juga:  Walikota pesan RT Jangan Ikut Politik Pragtis

Ghozali juga menilai pemilihan Ketua Koperasi TKBM Panjang, kemarin merupakan satu sejarah demokrasi, yang sebelumnya di masa dinasti Sainin Nurjaya tidak ada.

“Dan dihadiri 90 persen lebih buruh dari 1.221 dengan kehadiran 1077, RAT kemaren itu sah, jika ada yang bilang cacat hukum saya siap pasang badan, suara saya suara mewakili semua buruh di Panjang,” tegasnya.

“RAT itu adalah keputusan tertinggi dalam koperasi dan anngota itu merupakan panglima tertinggi, Agus Sujatma dan Eri dipilih langsung oleh anggota,” lanjutnya.

Sementara itu, Nurdin, selaku Pimpinan Sidang mempertanyakan dimana letak cacat hukumnya. “Kita perlu tau dimana cacat hukumnya, saya jelaskan saya menjadi anggota koperasi TKBM sudah lebih 15 tahun, dan saya jadi pimpinan sidang keinginan dari anggota, justru ini sejarah demokrasi, betul-betul demokrasi, mudah-mudahan pemberitaan ini hanya opini yang membuat keruh saja,” ungkapnya.

Baca juga:  TTE Sistem Kependudukan Dimulai

Senada diungkapkan Kuasa Hukum Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Ali Akbar, dirinya juga mempertanyakan kabar yang dinilai cacat hukum. Dan menurutnya organisasi buruh di Pelabuhan Panjang hanya ada satu yakni SPTI. “Kami mempertanyakan legalstanding dari forum persaudaraan ini, dan apabila forum ini ingin menggugat hasil ini silahkan saja,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan terkait yang dikatakan Julius, anggota forum persaudaraan, yang adanya beli suara. “Tolong dibuktikan, siapa yang memberi dan penerimanya, jika tidak mampu dibuktikan akan kami pertimbangkan untuk lapor balik dengan pasal tidak menyenangkan, sesuai KUHP 310 dan 311 dan juga UU ITE karena telah di muat di media sosia,” tegasnya.

Dirinya juga meminta kejelasan terkait dari forum ini, karena anggota nya lebih kurang 400 lebih, dan menurutnya jika anggota TKBM pasti ada kartu passnya. ‘”Tapi jika ada anggota yang bukan dari TKBM akan kami laporkan juga,” pungkasnya. (ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close