UPT KIR Keluhkan Alat Uji Kuno dan Lahan Parkir

Optimis Target PAD Rp1,2 Miliar Tercapai

BANDARLAMPUNG-Unit Pelaksana Tugas (UPT) pengujian kendaraan bermotor (KIR) Dishub Kota Bandarlampung, optimis akan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai di tahun 2020. Terhitung di Agustus, capaian target PAD sudah mencapai 55 persen.

Namun demikian, UPT mesih mengeluhkan kunonya alat uji KIR dan juga lokasi kantor yang sempit untuk parkir kendaraan besar.

“Kalau penghitungan per Agustus kita sudah 55 persen, makanya September ini perkiraan bisa 60 persen, dari target kita Rp1,2 Miliar, kalau di rupiahkan saat ini target kita sudah Rp750 juga,” ujar Kepala UPT KIR Dishub Kota Bandarlampung, Andy Irawan Koenang, di ruang kerjanya, Selasa (22/09/2020).

Menurutnya, diperkirakan target pendaratan KIR di akhir tahun bisa tercapai. “Ya mudah-mudahan kalau 80 persen dari target yang ditentukan bisa tercapai,” ungkapnya.

Baca juga:  Mall dan Hotel Diwajibkan Miliki Sarana Ibadah

Nah, disinggung apa kendala yang ada di UPT KIR untuk pencapaian target PAD kendaraan? “Kalau kendalanya ya klasik lah, masih terendala lokasi gedung dan lahan parkir. Lokasi yang dirasa para supir atau pemilik kendaraan besar seperti fuso dan truk -truk cukup jauh dan mereka sulit untuk melintasi dalam kota dan parkir yang sempit, karena lahan eks kantor Dishub sudah milik RS Dadi Tjokrodipo, dan alat kita masih model lama, itu kendalanya, mereka kan bawa mobil besar-besar kalau tiga fuso aja masuk sudah sempit parkirnya,” jelas Andy.

Baca juga:  DLH Cek Dugaan Pencemaran Udara Bungkil Sawit Milik PT SJAI

Saat ini, sambung dia, kendaraan yang KIR kebanyakan angkutan truk dan puso kalau untuk bus penumpang sekitar 10 persen. “Ya harapan sih, kalau angkutan umum seperti Trevel itu juga melakukan uji KIR, kalau itu bisa masuk, mudah-mudahan lah, bisa mangkat PAD. UPT KIR melayani kendaraan yang datang, kalau ada razia di jalan raya, kemungkinan bisa masuk banyak, tapi kan kita nggak boleh razia mengingat kondisi virus corona ini, makanya sedikit mobil angkutan yang masuk,” paparnya.

Untuk uji KIR, imbuh Andy, azaz nya adalah domisili pemilik kendaraan. Bisa melakukan KIR di luar kota, namun hanya numpang uji, tetap KIR di alamat si pemilik kendaraan. “Untuk lebih mengoptimalkan uji KIR, di balai KIR saat ini sudah tidak memungkinkan, gedung dan alat uji KIR sejak tahun 1970. Ada rencana bangun kantor KIR di tahun 2020 di depan Kantor Dishub Kota Bandarlampung, namun pembangunan ditunda karena pandemik covid-19,” jelas dia.

Baca juga:  Diduga Tak Berizin, Pematangan Lahan Rajabasa Jaya Disoal Warga

Saat ini, imbuh dia, untuk pergerakan kendaraan yang uji KIR per hari sekitar 50-60 kendaraan, malah kemarin sampai 70 kendaraan. “Ya kalau dulu, masih ada angkutan kota masih bisa per hari 300 am kendaraan, sekarang angkot hidup segan mati tak mau kan kondisi nya, mau diapakan lagi,” tandasnya. (ron)

.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close