Warga Karang Maritim Keluhkan Debu dan Bau Busuk Limbah Bungkil

BANDARLAMPUNG-Warga Jalan Tol Sudarso, Keluranhan Karang Maritim, persisnya sekitaran pelabuhan Ferry, mengeluhkan akan debu bungkil sawit, yang diduga dari PT Sinar Jaya Agro Investama.

Selain debu yang menghitam, warga pun kerap merasakan gatal-gatal dan air sumur terkadang keruh. “Ya kami ini dapat debunya saja mas, lihat saja sendiri ini, berulangkalindi sapu tetap saja debunya ada,” kata Ernawati, warga Karang Maritim, seraya mengusap etalase warungnya dan menunjukkan hitamnya debu di telapak tangannya, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (08/09/2020).

Bukan hanya itu, perempuan usia 43 tahun ini menyebut, jika akibat bungkil sawit tersebut,
selain menimbulkan penyakit, air di drainase menimbulkan bau busuk.

“Apalagi kalau hujan mas, aliran drainase menjadi makin bau, seperti bau bangkai,” ucapnya.

Senada diucapkan tetangga disebelahnya Sarma Nababan, (60) ia mengaku jika adanya penumpukan bungkil sawit itu sudah lama. Namun, untuk pembangunan yang sedang berjalan baru berjalan dua bulan lalu. “Debu dari bungkil sawit sampai ke rumah-rumah warga sehingga menimbulkan penyakit. Hampir 30 menit sekali saya ini menyapu debunya apalagi kalau apa mobil bungkil bongkar itu debu bisa hitam,” jelasnya.

Baca juga:  Nilai Rp 8 M Lebih, Wartawan Dilarang Foto, Ada Apa Dengan Rehab Gedung Mahan Agung

Tak hanya soal debu, namun juga keluarganya terserang penyakit gatal-gatal dan sesak nafas akibat bungkil sawit itu. “Anak saya sudah mengalami gatal di tangan akibat debu itu, kami juga pernah sesak nafas akibat menghirup debu itu,” ungkapnya.

Ia pun menyebutkan, aktivitas bungkil sawit ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu, namun pembangunan gudang baru sekitar dua bulan lalu. “Sebelumnya memang tidak ada gudang, dan bongkar muatnya pun tidak selalu ramai, saat ini makin ramai mas kendaraan keluar masuk untuk bongkar bungkil sawit, sehingga debunya sering berterbangan,” keluhnya.

Baca juga:  Diduga Limbah Medis RS Airan Dibuang di Desa Margo Mulyo

Disinggung, apakah warga pernah lapor atau mengadu ke pihak perusahaan. Menurutnya,
Ia pun bersama warga sudah melakukan protes ke perusahaan tersebut, namun sampai saat ini tidak digubris.
“Protes warga sampai saat ini tidak didengarkan sama mereka, kami dapat debu saja, pernah dulu ada bantuan beras yang janda dapat 10 kilo dan yang berkeluarga 5 kilo gram,” paparnya.

Nah, dikonfirmasi di areal tumpukan bungkil sawit Panjang tersebut, pengawas lapangan Bambang mengatakan, kalau pemilik perusahaan tidak ada ditempat.
“Nggak ada yang bisa diwawancarai mas, disini orang kerja semua, kalau mau nanya-nanya silahkan ke Pahoman, kantor pusatnya,” kata dia.

Begitupun saat didatangi di kantornya yang beralamat di jalan Dr Susilo, Kecamatan Enggal, PT. Sinar Jaya Agro Investama, bagian penerima tamu (resepsionis)
mengatakan, kalau pimpinan dan pihak yang berwenang di wawancara tidak ada di tempat. “Maaf mas, saya sudah konfirmasi, semua sedang sibuk ada yang rapat, maaf pak bisa menerima,” kata resepsionis.

Baca juga:  Balon Setuju Pilkada Ditunda, Anggaran Dialihkan untuk Pencegahan Corona

Terpisah, Camat Panjang, Bagus Bramado mengatakan, ia belum mengetahui adanya aktivitas bungkil sawit tersebut. Oleh karena itu, ia akan meminta lurah setempat untuk melakukan pengecekan.
“Saya tidak tau adanya aktivitas itu, coba nanti saya koordinasi dengan pihak lurah,”katanya saat dihubungi melalui telepon.
Ia pun menyarankan kepada warga agar mengadu ke kantor kelurahan. “Saya berharap agar warga mengadu ke kantor kelurahan, agar kami juga tahu permasalahan ini, dan akan memberikan solusi serta tindakan kepada pihak perusahaan,” tandasnya.(ron)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close