Wow…Masih Ada Akses Jalan Pakai Bambu

BANDARLAMPUNG-Melintasi gang yang sempit dan medan jalan yang cukup membahayakan, sosok Fandi Tjandra, turun langsung menemui warga yang berada di bantaran Cungkeng, Kelurahan Kota Karang Raya, Kecamatan Teluk Betung Timur, Senin (4/5/2020).

Ya. Akses jalan menuju perkampungan warga yang rumahnya ada di atas air bibir pantai teluk itu tidak mudah, karena selain jalan sempit juga masih ada jalan yang belum di beton dengan menggunakan batang bambu. Sehingga tidak mudah melintasinya untuk menemui warga disana, butuh keberanian dan mental.

Baca juga:  PKS: Pemkot Harus Validasi Data Penerima Bantuan

Namun, anggota DPRD Bandarlampung, Lampung, Fandi Tjandra yang melakukan kunjungan dari rumah ke rumah di kelurahan Kota Karang Raya, menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, mendengarkan keluhan dan menyerap aspirasi, apa yang menjadi keluhan warga yang hidup di atas bantaran air laut tersebut.

Dalam kondisi pandemi corona, dewan tetap melakukan reses mendengarkan keluhan rakyat. Reses anggota dewan ini ditentukan dengan aturan-aturan khusus seperti physical distancing, dilarang melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan massa, dan melakukan dengan cara door to door ke rumah warga.

Baca juga:  32 Ribu Pasukan Banser Siap Amankan 16 Ribu TPS di Lampung

Agenda reses tersebut, anggota Komisi I ini membagikan masker dan nasi kotak plus kue kotak kepada warga setempat.
Dalam reses ini pun, warga mengeluhkan dan menyampaikan aspirasi, seperti tidak adanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kelurahan setempat. “Disini tidak ada lampu jalan pak, kalau malam gelap sekali, hanya mengandalkan lampu penerangan dari rumah warga,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan Pemkot Bandar Lampung memasang lampu PJU di lingkungan tempat tinggalnya. “Jadi kalau ada lampu, mengurangi tindakan kriminalitas pak. Dulu juga ini jalan yang sudah dibeton ini usulan pak Fandi Tjandra, kalau kami boleh minta ya diterusin lah, karena masih ada rumah yang dilalui belum dibeton, kalau hujan kan licin karena pakai bambu,”ucap warga yang merasa malu namanya di tulis. (ron)

Baca juga:  Srikandi Partai Gerindra Ubah Meandset DPRD Sebagai Jalan Da'wah
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Malu dong ngambil berita orang !!
Close
Close